Sanggar Seni Amuta Wapuri Gelar HUT Ke 2

Bagikan Bagikan




SAPATIMIKA) - Sanggar Seni Amuta Wapuri menggelar acara Hari Ulang Tahun HUT ke 2 pada Selasa 5/9kemarin di Sanggar Seni Amuta Wapuri di Jalan Hasanudin. Acara dilaksanakan dengan thema “Keanekaragaman seni budaya dalam merajut kebersamaan”.

Acara HUT ini diawali dengan ibadah dan persembahan sejumlah tarian dari sanggar seni Amuta Apuri. Kemudian dilanjutkan dengan pemotongan kue ulang tahun oleh pembina Sanggar Seni Amuta Apuri, Maria Rettob.

Direktur Yayasan Peduli AIDS Kabupaten Mimika Pastor Berd dalam sambutannya memberikan apresiasi atas hadirnya Sanggar Seni. Karena melalui sanggar seni, generasi muda dapat menyalurkan bakatnya.

”Kami sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang mempromosikan tarian serta bakat yang ada dalam diri generasi muda. Saya rasa kalau kita mendorongmembina generasi muda untuk menari, kita mendampingi Tuhan untuk mengembangkan daya cipta,” katanya.

Menurut Pastor Berd, usia 2 tahun untuk sebuah sanggar seni sudah layak dipuji karena mempunyai nilai yang sangat besar dalam mendorong generasi muda.

“Sanggar ini memberikan sumbangan yang berarti untuk mengembangkan bakat generasi muda. Saya harap apa yang dimulai dari sanggar ini dapat dikembangkan lebih lanjut dalam memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar mengungkapkan sesuatu melalui tarian,“katanya.

Ketua Sanggar Seni Amuta Wapuri Ilham Ramadhan dalam sambutan mengatakan, pihaknya sangat bersyukur dengan adanya sanggar seni ini karena generasi muda dapat mengembangkan talentanya.

“Pengetahuan yang kami tidak dapat di sekolah kami bisa dapatkan di sanggar ini. Bahkan kami sudah tampil dibeberapa acara-acara besar,”katanya.

Sementara itu pembina Sanggar Seni Amuta Wapuri Maria Retob mengatakan, awal berdiri sanggar tersebut hanya terdapat 24 anak. Namun seiring berjalannya waktu, ada penambahan hingga saat ini jumlahnya sudah mencapai 56 orang.

"Awalnya saya kumpulkan mereka dalam sanggar ini, ternyata banyak bakat yang dimiliki oleh generasi muda kita di Mimika. Hanya saja belum maksimal kita lakukan,” kata Maria.

Maria menjelaskan, anak-anak dari sanggar seni Amuta Wapuri sudah tampil diberbagai iven besar dan lomba di Jayapura, Telkomsel, Kuala Kencana dan masih banyak lagi yang lainya. ”Bahkan kami pernah keluar sebagai juara satu dan dua dibeberapa tempat yang kami tampil,” ujarnya.

Maria berharap ke depan ada perhatian dari pemerintah karena melalui sanggar seni anak muda bisa menyalurkan bakatnya dan terlibat hal-hal positif, bukan negatif.Albin
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment