Sebagian Besar Tempat Ibadah di Timika Tanpa IMB

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Kepala Dinas Tata Kota (Distako) Kabupaten Mimika, Petrus Lawa Koten mengatakan sebagian besar bangunan tempat ibadah di Mimika berdiri tanpa dilengkapi dengan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Bukan hanya tempat ibadah saja yang banyak belum miliki IMB. Tapi banyak bangunan lain yang juga belum mengurus IMB, termasuk bangunan milik pemerintah," katanya ketika ditemui Salam Papua di ruang kerjanya, Rabu (28/9).

Menurut Petrus, selain tempat ibadah, bangunan lain seperti Hotel, tempat usaha berupa ruko dan bangunan kantor termasuk milik pemerintah juga masih banyak yang belum memilikia IMB.

Dia mengatakan mengurus IMB bukan hal yang sulit untuk dilakukan, jika masyarakat memiliki kepatuhan terhadap aturan. Tempat-tmpat ibadah meski geratis, tempat ibadah harus memiliki IMB. Supaya pemerintah daerah bisa mengkaji  dari segi letak dan kenyamanan kompleks serta jarak antara tempat ibadah lainnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari suatu benturan sosial dalam masyarakat.

"Untuk IMB tempat ibadah itu tidak dipungut biaya karena bersifat sosial. Tapi saya heran mengapa  masyarakat merasa sulit sekali memenuhi syarat itu," katanya.

Dia menjelaskan persyaratan mengurus IMB Tempat ibadah terlebih dahulu mengurus rekomendasi dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) selaku instansi yang mengkaji layak dan tidaknya suatu komunitas mendirikan tempat ibadah baru. "Ada yang datang urus IMB tempat ibadah tapi setelah di cek ternyata bangunannya berupa ruko. Itu sebenarnya tidak diperbolehkan. Itu berarti kita salah memberikan izin," jelasnya.

Petrus  mengakui semenjak  menjabat selaku Kadistako Mimika telah mengeluarkan 60 surat IMB dengan masing-masing jenis pembangunan seperti, hotel, ruko, bangunan tempat tinggal serta perumahan.

"Saya baru menjabat sejak 19 Juni lalu. IMB yang saya keluarkan sebanyak 60. Saya tidak tahu kalau sebelum saya menjabat. Intinya IMB yang saya keluarkan resmi dengan tanda tangan Bupati," katanya. Petrus ketika ditemui Salam Papua diruang kerjanya, (28/9).


Dia berharap setiap warga masyarakat ketika hendak mendirikan bangunan sudah mngantongi IMB sebelum mendirikan bangunan. "Kita sangat mengharapkan kesadaran seluruh masyarakat kita supaya harus mengurus IMB. Jangan sampai ketika sudah berdiri bangunannya terus dapat persoalan karena tanpa IMB. intinya IMB itu penting," harapnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment