Seorang Pendulang Emas Tewas Terbawa Arus

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA)Satu orang  pendulang emas yang diketahui bernama Blasius Manek, (40) warga  SP 2 Jalur IV Timika tewas  terbawa arus di Kali Kabur Mile 37 sekitar pukul 16.00 Wit.

Korban Blasius tewas ketika sedang berusaha menyeberangi sungai dengan menggunakan ban dalam yang sering digunakan sebagai bantal berenang.

Dari data yang dihimpun Salam Papua rilis  dari berbagai sumber terpercaya menyebutkan,  pada saat itu korban bersama-sama rekan-rekannya melakukan kegiatan pendulangan di Kali Kabur Mile 37 Landvile. Namun, saat itu korban berpamitan dengan rekan-rekannya untuk pulang terlebih dahulu ke Camp.  Sedangkan rekan-rekannya masih mendulang.

Pada saat, korban menyeberang sungai untuk kembali ke camp mereka dengan menggunakan ban dalam atau yang sering disebut (binen) sambil membawa tempat penyaring emas atau yang sering disebut (mal), tapi karena kuatnya arus membuat korban terbawa arus.

Rekan-rekan korban yang melihat kejadian tersebut berusaha menolong korban. Namun korban sudah tidak terlihat lagi, karena arus sungai sangat deras.

Sumber itu menyebutkan, kurang lebih 45 menit berselang, korban berhasil ditemukan  warga pendulang yang bersama-sama mencari korban. Pada saat korban ditemukan sudah tidak bernyawa dan mendapati kondisi kepalanya dalam keadaan luka akibat benturan benda keras. Dan warga sesama pendulang emas membawa korban ke camp tempat tinggal korban.

Pihak Kepolisian Sektor Kuala Kencana yang dipimpin Kapolsek Kuala Kencana AKP Junan Plitomo Kambey S.Sos. MH bersama 5 personilnya tiba di TKP dan  meminta bantuan kendaraan dari pihak security PT. FI untuk mengevakuasi jenazah menuju rumah duka di kampung Timika Jaya SP 2 Jalur 4 sesuai permintaan dari keluarga korban.

Sementara itu istri korban Merry Bete menjelaskan, saat korban pergi mendulang dalam kondisi sehat dan tidak memiliki permasalahan dengan sesama rekannya.
Istri korban juga menolak untuk dilakukan otopsi, dan pihak keluarga menerima peristiwa yang terjadi itu karena kehendak Tuhan. (Ricky Lodar).


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment