Shalat Idul Adha Di Masjid Al Muhajirin Khidmat

Bagikan Bagikan




SAPA(TIMIKA) - Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1438 H Jumat (1/9) kemarin di Masjid Al Muhajirin Kamoro Jaya SP1 berlangsung khidmat. Setidaknya ratusan warga Muslim yang berada di sekitar Kamoro Jaya SPI sejak pagi pukul 06.00 sudah berbondong-bondong menunju Masjid untuk pelaksanaan Shalat Idul Adha.

Sebelum shalat Idul Adha dimulai, MC yang dikomandoi Ketua DKM Kelurahan Kamoro Jaya SP1 yang sekaligus Ketua Panitia Bahroni, menginformasikan kepada jamaah mengenai perolehan hewan kurban yang terdiri dari Sapi dan Kambing yang telah dikumpulkan warga.  


" Untuk Masjid Al-Muhajirin ada 6 DKM yaitu Al Ikllas I, Mushola Alhidaya, Masjid Almuhajirin 2, Mushola Al Iklas 2, dan Mushola Dar-Quran. Jadi jumlahnya ada 8 ekor Sapi. 7 ekor Sapi dan 3 ekor Kambing dari jamaah, dan 1 ekor Sapi dari Pemkab Mimika," ujarnya.

 Dari jumlah hewan kurban yang ada kata Bahroni, dalam penerima hewan kurban tidak dipilah-pilah mana yang miskin atau kaya. Tetapi diberikan secara merata kepada 752 orang yang sudah menerima kupon. Namun di dalam Islam ada hari tasyrik yaitu tanggal 11,12 dan 13 adalah hari pemotongan hewan kurban sehingga pemotongan kurban akan berlangsung hari Sabtu besok.

"Memgingat jumlah bungkusan daging terlalu banyak untuk dibagikan, dan membutuhkan waktu yang panjang. Sehingga kita putuskan besok pagi mulai pemotongan. Dalam pembagian nanti kita sistim kupon. Semua jemaah yang sudah dikasi kupon  752 orang," paparnya.

Sementara itu, Imam yang memimpin Shalat Idul Adha oleh Ustadz Abayazid. Dalam khotbahnya Ustadz mengajak warga muslim untuk meneladani Kisah Nabi Ibrahim SAW yang diuji keimanannya oleh Allah SWT untuk menyembelih anaknya Nabi Ismail sebelum diganti oleh Allah SWT menjadi seekor kambing.

“Hikmah yang dapat diambil dari pelaksanaan shalat Idul Adha ini adalah bahwa hakikat manusia adalah sama, yang membedakannya adalah takwanya kepada Allah. Dan semua perintah Allah harus dikerjakan dengan iklas. Dan semua larangan-larangan yang sudah dilarang harus ditinggalkan secara tulus agar kehidupan kita di dunia ini semakin baik dan mendekatkan diri lagi kepada Allah," ujarnya.

Disampaikannya perayaan Idul Adha sangat tepat dijadikan momen untuk menggugah hati kita untuk berkorban baik harta, jabatan maupun kedudukan bahkan jiwa sekalipun. Akan tetapi Jangan membawa efek yang dapat merugikan orang lain. Bahkan manusia tidak dibenarkan mengorbankan manusia lain untuk suatu kepentingan, sekalipun kepentingan agama nilai pengorbanan tidak dilihat dari kuantitas tetapi dilihat dari ketulusan dan keiklasan.


Menurutnya jenis sembelihan yang dikurbankan berupa hewan ternak merupakan gambaran sesungguhnya hawa nafsu kecintaan manusia pada duniawi harus dihilangkan dari hati masing-masing. Ibadah kurban mengandung aspek ilahi juga mengandung aspek insania. Dalam aspek sosial harus menumbuhkan tali persaudaraan dan silaturahim. "Lewat upacara berkurban Islam mendidik kita bagaimana membangkitkan kepekaan dan kepedulian sosial bagi sesama," ujarnya.  (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment