SMPN 6 Butuh Tambahan Ruang Kelas dan 9 Guru Honornya Belum Dapat Insentif

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) – Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Pertama  Negeri (SMPN) 6 Mimika, Jalan Poros Kampung Iwaka, Distrik Iwaka, Karmius Karnelak mengakui, Sekolah tersebut membutuhkan penambahan ruang kelas. Penambahan ruang kelas ini bukan hanya karena bertambahnya siswa, namun juga agar ruang perpustakaan yang selama ini dipakai sebagai ruang belajar (kelas) bisa kembali digunakan sesuai fungsinya,

Ketika diwawancarai Salam Papua di ruang kerjanya,  Rabu (6/9), Karmius mengatakan, sejak awal dibangun 2005 lalu, SMPN 6 masih memiliki jumlah ruang kelas standar sebanyak enam kelas. Sebagai sekolah Negeri jumlah ruang kelas seperti itu sangat minim. Sehingga  sangat perlu adanya penambahan ruang kelas baru.

“Sekarang ini saya sebagai Kepala Sekolah terpaksa gunakan ruang perpustakaan. Karena jumlah siswa kami bertambah, maka terpaksa ada kelas yang harus kami bagi dua dengan sekat. Sekarang siswa kami sudah 200 lebih. Itu berarti di setiap kelas itu ada 30 lebih siswa,” katanya.

Ia mengakui, telah mengajukan permohonan ke Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud), namun hingga saat ini belum diakomodir.

“Ya kita tunggu saja. Mudah-mudahan ada jawaban dari Dinas supaya kita tidak pakai sekat dan gunakan ruang perpustakaan. Yang namanya anak-anak, kadang kalau ada saya dan guru-guru di dalam, mereka enggan untuk masuk baca-baca buku,” tuturnya.

Kata dia, jika dana sudah disalurkan dari Dinas, maka sekolah tersebut akan membangun penambahan tiga kelas baru dan satu bangunan khusus sebagai ruangan guru dan kepala sekolah.
“Sekarang dalam satu kelas itu anak-anak menumpuk. Makanya kami sekat,” katanya.

Ia mengungkapkan, siswa SMPN 6 tidak hanya berasal dari tujuh suku namun juga ada yang dari suku lain termasuk pendatang.

“Di sini asal usul siswanya seimbang. Ada dari anak tujuh suku, ada juga anak pendatang atau transmigrasi. Intinya di sini berbaur dan seimbang,” ungkapnya.

Sedangkan ketika ditanya terkait pemberdayaan khusus anak tujuh suku, ia menjawab, untuk saat ini belum ada agenda khusus untuk memperdayakan anak tujuh suku.

Ia mengatakan, bukan hal yang tidak mungkin untuk diagendakan program pemberdayaan khusus, namun untuk sementara masih terkendala dengan minimnya dana yang tersedia.

“Untuk sekarang kita belum lakukan yang namanya pembinaan khusus anak tujuh suku. Kalau misalnya tahun depan dana kami mencukupi maka kami usahakan adanya program khusus pemberdayaan anak tujuh suku,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SMPN 6 Mimika juga mengharapkan, sembilan Guru honor yang telah mengabdi di sekolah tersebut bisa terakomodir dalam penerimaan dana Apresiasi profesi atau Insentif yang saat ini sedang ditunggu.

Karmius, mengatakan, berdasarkan syarat penerimaan insentif, sembilan tenaga guru honor yang telah lama mengajar di SMPN 6 tersebut sangat layak. Sebab mereka berlatarbelakang pendidikan keguruan dan telah memiliki akta mengajar.

“Saya sangat berharap supaya semua guru honor saya bisa terima insentif yang saat ini lagi ditunggu-tunggu. Kita tidak tahu kendalanya apa. Tapi yang jelas guru honor saya di sini semuanya dari pendidikan guru dan miliki akta mengajar. Kalau tidak terima insentif, mereka mau makan apa? Kasihan sekali. Apalagi untuk transportasi dan biaya hidup lainnya,” katanya.

Terkait dengan proses perekrutan, ia mengatakan, perekrutan sudah diketahui dan terdaftar di Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud). Mereka juga telah terdata dalam data pokok pendidik (Dapodik). Dengan demikian, jika dinilai tidak melalui prosedur perekrutan, hal itu salah besar.

Ia mengungkapkan, sembilan guru honor tersebut direkrut berdasarkan kebutuhan karena jumlah siswa yang terus bertambah. Selain itu, kualitas dan cara mengajar mereka sangat memenuhi kriteria sebagai seorang pengajar.

“Mereka ada yang sudah dua, tiga dan empat tahun. Kami di sini juga rekrut berdasarkan bidang studinya. Jadi ada yang mengajar IPA, Matematika, Bahasa Inggris,  TIK, Penjas dan beberapa bidang lainnya,” ungkapnya.

Di samping itu, sembilan guru tersebut juga sedang menunggu Surat Keputusan (SK) kontrak. Sehingga mereka bisa memperoleh pembayaran tunjangan dan yang lainnya.

“Kami sudah dorong ke Dispendasbud supaya sembilan guru honor kami ini bisa segera dapat SK Kontrak,” ujarnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment