Somandril Masuk Timika

Bagikan Bagikan




*Dinkes Akan Agendakan Pertemuan Bersama Pengusaha Apotik

SAPA (TIMIKA) – Pasca ditahannya 10 ribu butir pil Somadril ilegal yang dikirim dari luar Timika menggunakan jasa pengiriman JNE, Rabu (13/9), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika dalam waktu dekat dan untuk kesekian kalinya akan mengundang seluruh pengusaha Apotik untuk melakukan pertemuan bersama.

Kadinkes Mimika, Philipus Kehek ketika ditemui Salam Papua di Hotel Horison Ultima, Jalan Hasanuddin, Kamis (14/9) mengatakan, sebelum tertangkapnya penyelundup Somadril tersebut, Dinkes telah mengagendakan pertemuan bersama seluruh pengusaha Apotik se Mimika. Namun menurut Philipus, dikarenakan padatnya kegiatan yang dilakukan Dinkes, agenda tersebut pun tertunda.

“Memang sejak lama kami mau mengundang seluruh pengusaha apotik. Tapi karena waktu kita yang terlalu banyak kegiatan, makanya sampai sekarang belum dilaksanakan. Dalam waktu dekat ini kalau ada waktu kami akan lakukan pertemuan,” kata Philipus.

Menurut Philipus, jika berhasil melaksanakan pertemuan, Dinkes akan mensosialisasikan terkait jenis obat yang boleh atau pun yang tidak diperbolehkan untuk dijual. Selain itu, menurut dia, setiap Apotik harus mengetahui semua jenis obat yang bisa dijual kepada anak-anak dan mengetahui takaran yang harus diberikan.

“Kalau memang ada Apotik yang menjual obat yang bukan untuk anak-anak, maka itu akan dilarang atau disita. Somadril itu sebenarnya tidak boleh sembarangan. Apa lagi untuk anak-anak,” tuturnya.
Sedangkan ketika ditanya terkait sanksi yang akan diberikan kepada pengusaha apotik yang melanggar aturan penjualan jenis obat terlarang, ia mengatakan, tindakan keras atau sanksi belum bisa dipastikan jika belum mengetahui apotik yang menjual obat terlarang.

“Kami akan sosialisasikan terlebih dahulu. Kalau misalnya saat kita sidak dan masih ditemukan apa yang kita larang dalam sosialisasi, maka akan ditindak tegas,” katanya.

Ia mengungkapkan, inspeksi mendadak (Sidak) terhadap apotik di Mimika sudah sering dilakukan, namun karena jangka waktu sidak tersebut dinilai tidak rutin, maka para pengusaha pun memanfaatkannya.

Kan sidak juga tidak mungkin setiap hari. Karena memang kita sudah lama tidak lakukan sidak, maka mereka ambil kesempatan. Kami sudah perintahkan untuk buatkan undangan supaya nanti kita laksanakan pertemuan,” tuturnya. (Acik)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment