Tahura di Mimika Aset Dunia

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Taman Hutan Raya (Tahura) Mangrove yang ada  di  Kabupaten Mimika merupakan aset dunia yang  harus di kelola dengan baik dan berkelanjutan. Pihak Pemerintah Kabupaten Mimika, pihak swasta dan pihak lainnya  harus dapat melindungi kawasan Tahura ini menjadi lebih baik.

Apa lagi hutan mangrove di Kabupaten Mimika merupakan nomor 2 terbesar di dunia setelah Brunai Darussalam. Hal inilah yang menggerakkan diadakannya lokakarya terkait dukungan pembentukan Tahura Mangrove Mimika yang diadakan di Ball Room  Hotel Grand Tembaga Timika, Selasa (12/09/2017).

Kegiatan Lokakarya ini dibuka oleh Sekretaris Daerak Kabupaten Mimika, Aulisius You yang ditandai dengan pemukulan tifa.

Dalam kata sambutannya, You mengatakan, hutan mangrove atau mangi-mangi di Mimika memiliki luas kira-kira 300.000 hektar di sepanjang garis pantai 30 Km. Merupakan salah satu bentang alam di Kabupaten Mimika yang merupakan aset dunia.

“Hutan Mangrove yang kita miliki merupakan aset dunia. Selain  itu,  mangrove juga merupakan kawasan lindung adat yang mencirikan identitas budaya suku Kamoro seperti inisiasi adat, dan kuburan leluhur yang dikategorikan sebagai kawasan sakral, katanya.

Sekda menambahkan, dengan ditetapkannya UU Nomor  23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, dimana telah menarik kewenangan kehutanan tingkat kabupaten ke tingkat provinsi,  kabupaten hanya diberikan kewenangan mengelola Tahura. Dengan adanya perubahan regulasi dan berdasarkan karakteristik ekosistem mangrove Kabupaten Mimika maka perlu dipikirkan strategi pengelolaan kawasan ekosistem mangrove agar berkelanjutan dan dapat mendatangkan manfaat ekonomi, dan budaya bagi masyarakat adat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika.

You berharap, kolaborasi kerjasama antara Pemerintah Daerah, sektor swasta dan masyarakat setempat mengenai model pengelolaan yang diharapkan dapat meningkatkan kelestarian kawasan ekosistem mangrove dan meningkatkan taraf perekonomian masyarakat sekitar dan menambah pendapatan asli daerah.

Kegiatan lokakarya ini dihadiri oleh pimpinan USAID Lestari, Aparat Kampung, Perwakilan Kepala Kehutanan dan sejumlah tamu undangan lainnya. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment