Tajuk : Jangan Mudah Melaknat dan Mencela

Bagikan Bagikan



AGAMA Islam adalah agama kasih sayang. Hal itu terpraktikkan dalam tujuan, amalan, dan interaksi sosial yang Islam ajarkan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah nabi yang penuh dengan kasih sayang. Allah berfirman, “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” [Quran Al-Anbiya: 107].

Umat Islam adalah umat yang saling berkasih sayang.  “Saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.” [Quran Al-Balad: 17]. Tanda kasih sayang pada ajaran Islam begitu jelas. Orang-orang yang keluar dari tuntunan Islam dalam hal ini, dia sedang merepresentasikan dirinya. Bukan sedang mewakili Islam, walaupun dia umat Islam. Nabi umat Islam, Muhammad SAW , adalah seorang yang penuh kasih sayang. Beliau bersabda, “Sesunguhnya aku tidak diutus sebagai tukang melaknat, sesungguhnya aku diutus hanya sebagai rahmat.”

Ada sebagian orang yang memiliki sifat sangat mudah melaknat. Begitu sering ucapan-ucapan yang melaknat sesuatu, keluar dari lisannya. Ia lakukan hal ini dalam banyak kesempatan. Yang demikian bukanlah sifat seorang muslim dan dia juga tidak mewakili kasih sayang Islam. Nabi bersabda tentang para shiddiqin yang mereka adalah tingkat tertinggi dari kalangan umat beliau.  “Tidak sepantasnya seorang yang shiddiq itu suka melaknat.”

Beliau juga bersabda, menggambarkan sifat orang-orang beriman secara umum:  “Seorang mukmin itu bukan seorang yang suka mencela, melaknat, yang keji, dan bukan pula yang kotor mulutnya.”

Ketika seseorang memiliki sifat suka mencela, melaknat, maka ia bukanlah seseorang yang digelari dengan gelar-gelar terpuji ini. Di hari kiamat nanti, ia tidak mendapatkan persaksian dari orang-orang yang beriman. Dan juga tidak mendapatkan syafaat dari mereka di sisi Allah nanti. Karena alasan datangnya syafaat dari orang-orang yang beriman adalah menyebut mereka dengan sebutan yang baik dan indah. Syfaat itu datang karena adanya doa. Nabi bersabda,  “Orang-orang yang suka melaknat tidak memiliki pemberi syafaat dan orang yang bersaksi (untuk mereka) pada hari kiamat.”

Laknat adalah doa yang menolak dan menjauhkan dari rahmat Allah. Sedangkan Islam menyeru untuk berkasih sayang. Mendokan keselamatan dan keberkahan. Syiar muslim ketika mereka berjumpa adalah assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh (keselamatan, rahmat, dan keberkahan dari Allah untuk kalian).

Melaknat itu adalah sesuatu yang serius. Bahayanya besar. Dan akibatnya buruk di dunia dan akhirat. Dan laknat yang paling buruk dan paling kotor adalah melaknat dan mencela Allah Rabb semesta alam, wal ‘iyadzubillah. Atau melaknat agama Islam. Atau melaknat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika seorang muslim melakukan hal ini, maka dia dihukumi murtad. Keluar dari agama Islam. Ia menjadi seorang yang kafir. Allah tidak menerima amalannya. Allah tidak menerima amalan wajib maupun sunnah yang telah ia lakukan. Kejahatan apa lagi yang lebih jahat dari yang ia perbuat?!

Kemudian, laknat yang buruk berikutnya adalah melaknat orang-orang beriman. Terutama orang-orang yang pertama-tama beriman. Yaitu para sahabat Nabi. Nabi telah mewanti-wanti agar seseorang jangan berani-berani mencela dan melaknat para sahabatnya. Beliau bersabda, Dan semakin besar dosa dan kejahatannya apabila penghinaan, celaan, dan laknat itu ditujukan kepada tokoh-tokoh utama para sahabat.

Celaan dan laknat yang parah dan sangat buruk apabila dilontarkan kepada sesama manusia adalah  mencela dan melaknat kedua orang tuanya sendiri. Baik ia yang lebih dulu mencela. Atau ia mencela orang tua orang lain, kemudian dengan sebab itu, orang tersebut mencela kedua orang tuanya.

 Ketika seseorang mencela dan melaknat sesuatu yang tidak layak dicela dan dilaknat, maka keburukannya akan kembali pada dirinya sendiri. Walaupun yang dihina itu adalah hewan, benda-benda mati, apalagi manusia.  (***)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment