Tajuk : Pengaruh Miras semakin Menakutkan

Bagikan Bagikan




AKSI yang berujung maut dan menewaskan hak hidup seseorang yang berawal dari pengaruh miras bukan hanya satu dua kali terjadi di Kota Timika. Entah itu dilakukan warga biasa maupun oknum anggota pengawal keamanan dan pertahanan negara. Kejadian tiga oknum anggota dibawah pengaruh Miras Sabtu (2/9) malam menusuk salah satu warga SP I Timika berujung pada maut menjemput korban Simon Teko warga Kamoro. Kejadian itu memilukan dan mengingatkan kita semua betapa menakutkan dampak Miras terhadap seseorang.

Kejadian itu disikapi keluarga korban dengan terpaksa memalang jalan dengan peti jenazah korban. Tragedi  yang menimpa Simon, warga yang tidak bersalah, tetapi tewas sia-sia karena menjadi korban tindakan oknum aparat yang dipengaruhi Miras. Kita terpaksa mengelus dada dan bertanya-tanya. Apa sebetulnya yang salah sehingga oknum aparat itu  seolah kehilangan nurani?

Dalam menghadapi tindak kejahatan yang meresahkan masyarakat. Aparat kepolisian belakangan ini sebetulnya sudah melakukan tindak tegas. Di media massa, kita bisa lihat, tidak sekali-dua kali polisi berjuang mencegah aksi serupa bahkan hingga  menembak para penjahat itu. Akan tetapi, hal itu tampaknya dinilai masih belum cukup memuaskan masyarakat. Ada kesan kuat bahwa Miras sudah semakin meresahkan dan menakutkan kehidupan warga masyarakat.

Studi yang dilakukan selama ini  menemukan ada dua alasan yang menjadi pembenar kenapa Miras menjadi pemicu orang berbuat jahat dan sampai tega melakukan aksi kekerasan yang sebetulnya sudah melampaui batas-batas nilai kemanusiaan dan kepantasan. Pertama, karena pemabuk sebenarnya kelompok sampah masyarakat dan sampah dalam keluarga.  Kedua, karena warga masyarakat merasa bahwa aparat kepolisian sendiri niscaya tidak akan pernah mampu menyelesaikan persoalan Miras yang berujung pada  maraknya tindak kejahatan yang berkembang di masyarakat. Baik karena alasan keterbatasan jumlah personel dan anggaran.  Berbeda dengan masa-masa sebelumnya yang sebagian besar masyarakat cenderung selalu dihinggapi perasaan tidak aman, bahkan mungkin menjadi gejala ketakutan masyarakat (fear of crime).

Jika selama bertahun-tahun masyarakat umumnya selalu hidup dengan perasaan waswas, apalagi jika berada di zona-zona yang rawan. Maka kedepan kita harus berantas Miras sebelum warga masyarakat kehilangan batas kesabaran dan ketakutannya. Karena kita kuatir  summary justice (keadilan kilat) atau tindakan main hakim sendiri menjadi pilihan yang dibenarkan dan bahkan dipandang perlu untuk terus dikembangkan. Prinsip yang berlaku saat ini, jika dicoba diringkas ialah, bagaimana membalas kejahatan dengan tindak kejahatan, dan bagaimana pula membalas kekerasan dengan kekerasan. Kiranya kematian Simon Teko menjadi kasus terakhir dan aksi keluarga almarhum memalang jalan dengan meletakan peti jenazah menjadi alaram bagi kita semua untuk berhenti mabuk. Dan pemerintah segera menegakan Perda pelarangan peredaran Miras. Semoga! (Fidelis S J)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Halo.
    Saya adalah Bapak Rahel seorang pemberi pinjaman pinjaman pribadi yang memberikan pinjaman kesempatan seumur hidup kepada individu, perusahaan bisnis, asuransi, dan lain-lain. Apakah Anda dalam kesulitan keuangan atau membutuhkan pinjaman untuk diinvestasikan atau Anda memerlukan pinjaman untuk membayar pencarian tagihan Anda lebih jauh seperti kami di sini untuk membuat semua masalah keuangan Anda menjadi sesuatu dari masa lalu. Kami menawarkan semua jenis pinjaman dalam mata uang mata uang dengan tingkat 2% tanpa biaya dimuka. Saya ingin menggunakan media hebat ini untuk memberi tahu Anda bahwa kami siap membantu Anda dengan jenis pinjaman apa pun untuk menyelesaikan masalah keuangan Anda. ya kemudian kembali sekarang melalui email (rahelcohranloan@gmail.com) untuk lebih jelasnya, anda sangat istimewa.

    ReplyDelete