Tanah Harus Memiliki Sertifikat

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahaan Propinsi Papua Arius Yambe mengatakan, pemerintah berniat mendaftar seluruh tanah yang ada di Indonesiam termasuk di Papua sudah  memiliki  sertifikat. Di seluruh Papua ditergetkan pada tahun 2017 tahap pertama alokasinya sebesar 5 ribu bidang tanah sudah bersertifikat. Di Mimika menargetkan tambahan sebesar 10 ribu bidang tanah.

“Niat kami di Timika seperti itu. Tapi kendalanya  alat untuk mengukur tanah itu di Mimika belum ada. Apabila dilakukan dengan manual maka sehari hanya bisa dikerjakan 5 bidang tanah,” katanya disela-sela penyerahan sertifikat PTSL/Prona di Distrik Mimika Baru, Kamis (28/9).

Dia berharap melalui sosialisasi dan penyerahaan sertifikat PTSL/Prona tahap pertama di Kelurahan Koperapoka, Sempan dan Kebun Sirih Distrik Mimika Baru  bisa membantu mencapai target tersebut.

Menurut Arius semua bidang tanah tiga  kampung di Distrik Mimika Baru diupayakan sudah tercover semua. Sehingga, Distrik Mimika Baru menjadi Distrik percontohan memiliki sertifikat tanah terlengkap, terukur dan terpetakan. Supaya Kepala Distrik mudah membuat batas antar kampung, sehingga potensi yang ada di kampung tersebut dapat diketahui.

“Hari ini kita buat sosialisasi dan penyerahan sertifikat tanah untuk Distrik Mimika Baru. Apabila sudah tercover, maka potensi daerah itu bisa diketahui untuk pembangunan,” ujarnya.

Menyikapi masalah tanah di Kabupaten Mimika yang sering bermasalah, kata Arius warga yang ingin membeli tanah, sebelum membeli tanah terlebih dahulu melakukan croscek ke Kantor Badan Pertanahan untuk menghindari adanya sertifikat ganda dan bermasalah sesudah membeli tanah.

“Di Kantor BPN sendiri saat ini mempunyai sistem ploting. Sistem ini dapat mengetahui status dari tanah yang akan di beli oleh warga. Sehingga warga croscek terlebih dahulu,” katanya.


Dia juga menyampaikan, Kementrian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional menargetkan  2017, 5 juta tanah sudah bersertifikat. Di tahun 2018 bertambah menjadi 7 juta bidang tanah. Di tahun 2019 target  9 juta bidang tanah. Hingga tahun 2025 diharapkan tanah di Indonesia sudah bersertifikat semuanya. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment