Tajuk : Tanpa Aksara Masa Depan Suram

Bagikan Bagikan




SETIAP tanggal 8 September, bangsa-bangsa di dunia memperingati Hari Aksara Internasional (HAI) atau International Literacy Day. Tanggal 8 September diproklamasikan sebagai Hari Aksara Internasional pada 17 November 1965 oleh UNESCO. Hal ini dilatarbelakangi masih banyaknya individu dewasa yang buta aksara di seluruh dunia.

Tahun 2017 ini, Peringatan Hari Aksara Internasional ke 52 di Indonesia diselenggarakan tanggal 6 sampai 9 September di Kuningan, Jawa Barat. Tema internasional peringatan tahun ini yaitu Literasi Didunia Digital. Tema ini sengaja dipilih karena Literasi saat ini bukan hanya melek huruf dan bisa menulis, tapi sudah menjangkau banyak hal, seperti melek kemampuan teknologi dan informatika di era digital yang saat ini terus berkembang.

Lalu bagaimana dengan buta aksara di Papua? Data yang dilansir Kementerian Pendidikan Nasional, di Provinsi Papua sampai tahun 2017, angka melek huruf di Papua mencapai 28,75 persen, menempati urutan pertama di Indonesia. Angka ini terbanyak tersebar di 14 kabupaten dinataranya Nduga, Puncak, Lanny Jaya, Tolikara, Mamberamo Tengah, Pegunungan Bintang, Intan Jaya, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat. Penyebabnya upaya pemberantasan buta aksara belum dilakukan secara maksimal.

Di Kabupaten Mimika, kondisi pendidikan dasar masih diwarnai adanya ketidakadilan penempatan guru dan pembagian dana insentif untuk guru-guru honor yang selama ini setia mengabdi dan mendidik anak-anak asli di pedalaman pegunungan dan pesisir, sudah tentu ikut mempengaruhi hasil capaian pemberantasan terhadap buta aksara.

Tema HAI tahun 2017 menjadi tantangan tersendiri bagi Papua, karena terkendala banyaknya warga yang belum bisa membaca dan menulis. Kalau belum bisa membaca dan menulis, bagaimana mungkin bisa menguasai teknologi dan informatika serta mengakses internet di era digital yang terus berkembang pesat. Apalagi banyak daerah di Papua yang jaringan internetnya belum ada. Kalau pun ada, sering lelet dan tentu saja ikut menghambat.

Peringatan HAI tahun ini kembali mengingatkan kita akan apa yang harus dilakukan saat ini untuk mewariskan generasi berikut yang lebih baik. Ini mengingatkan kita pada sajak yang ditulis W.S Rendra berjudul Maskumambang dalam buku kumpulan sajak “Doa untuk Anak Cucu” (2013).

Cucu-cucuku, zaman macam apa, peradaban macam apa yang akan kami wariskan kepada kalian. Jiwaku menyanyikan lagu maskumambang,  kami adalah angkatan pongah besar pasak dari tiang.

Kami tidak mampu membuat rencana menghadapi masa depan, karena kami tidak menguasai ilmu untuk membaca tata buku masa lalu dan tidak menguasai ilmu untuk membaca tata buku masa kini, maka rencana masa depan hanyalah spekulasi, keinginan, dan angan-angan.

Ketiga bait sajak “Maskumambang” seolah menjelma penanda bahwa, pada akhirnya setiap kita akan sadar dan kembali ke jalan yang benar. Jalan lurus untuk mengentaskan buta aksara di dunia dengan cara melakukan gerakan-gerakan keberaksaraan ke dalam masyarakat. Tentu harus turun ke jalan dan masuk ke desa-desa dan kampung-kampung. Melihat sendiri betapa tidak sedikit saudara-saudara sebangsa setanah air yang belum bisa membaca.

Besok, 8 September 2017 adalah waktu yang tepat untuk turut memaknai tema “Literasi didunia digital” dengan gerakan nyata yang berkelanjutan. Sehingga peringatan Hari Aksara tidak hanya menjadi simbol ritual tahunan belaka.

Pesan utama dari tema tersebut adalah untuk menunjukkan bahwa keaksaraan bukan hanya sekadar prioritas pendidikan, melainkan investasi yang sangat penting bagi masa depan yang berkesinambungan. Setiap negara memperingati Hari Aksara Internasional untuk mengingatkan pentingnya keaksaraan dalam membangun peradaban dan meningkatkan kualitas hidup manusia.
Selamat Hari Aksara Internasional ke-52.  Buta aksara adalah masalah kita bersama. Setiap kita perlu mengambil peran dalam bidang tugas dan pekerjaan, ikut memberantas buta aksara. Keberaksaraan adalah keniscayaan yang mesti diutamakan dari apapun dalam berkehidupan. Sebab tanpa aksara, peradaban hanyalah mimpi.  Tanpa aksara dunia gelap gulita. Masa depan pun suram. (yulius lopo)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

2 komentar:

  1. Halo.
    Saya adalah Bapak Rahel seorang pemberi pinjaman pinjaman pribadi yang memberikan pinjaman kesempatan seumur hidup kepada individu, perusahaan bisnis, asuransi, dan lain-lain. Apakah Anda dalam kesulitan keuangan atau membutuhkan pinjaman untuk diinvestasikan atau Anda memerlukan pinjaman untuk membayar pencarian tagihan Anda lebih jauh seperti kami di sini untuk membuat semua masalah keuangan Anda menjadi sesuatu dari masa lalu. Kami menawarkan semua jenis pinjaman dalam mata uang mata uang dengan tingkat 2% tanpa biaya dimuka. Saya ingin menggunakan media hebat ini untuk memberi tahu Anda bahwa kami siap membantu Anda dengan jenis pinjaman apa pun untuk menyelesaikan masalah keuangan Anda. ya kemudian kembali sekarang melalui email (rahelcohranloan@gmail.com) untuk lebih jelasnya, anda sangat istimewa.

    ReplyDelete
  2. KABAR BAIK!!!

    Nama saya Aris Mia, saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati, karena ada penipuan di mana-mana, mereka akan mengirim dokumen perjanjian palsu untuk Anda dan mereka akan mengatakan tidak ada pembayaran dimuka, tetapi mereka adalah orang-orang iseng, karena mereka kemudian akan meminta untuk pembayaran biaya lisensi dan biaya transfer, sehingga hati-hati dari mereka penipuan Perusahaan Pinjaman.

    Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial dan putus asa, saya telah tertipu oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan digunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia, yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800,000,000 (800 juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dan tingkat bunga hanya 2%.

    Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya diterapkan, telah dikirim langsung ke rekening bank saya tanpa penundaan.

    Karena saya berjanji bahwa saya akan membagikan kabar baik, sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman apapun, silahkan menghubungi dia melalui email nyata: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan oleh kasih karunia Allah ia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda menuruti perintahnya.

    Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: ladymia383@gmail.com dan Sety yang memperkenalkan dan bercerita tentang Ibu Cynthia, dia juga mendapat pinjaman baru dari Ibu Cynthia, Anda juga dapat menghubungi dia melalui email-nya: arissetymin@gmail.com sekarang, semua akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran pinjaman saya bahwa saya kirim langsung ke rekening mereka bulanan.

    Sebuah kata yang cukup untuk bijaksana.

    ReplyDelete