Tim Sensus Gali Data di 224 Kampung

Bagikan Bagikan




SAPA (ASMAT) - Tim Sensus Pemerintah Kabupaten Asmat siap menghimpun data dan informasi dari 224 kampung di kabupaten tersebut. Tim tersebut rencananya terjun ke ratusan kampung pada Rabu (6/9) besok.

Bupati Asmat Elisa Kambu, S.Sos mengatakan, tim sensus ini terdiri dari pimpinan dan staf dari segenap organisasi perangkat daerah (OPD) setempat. Selama 10 hari atau lebih, tim tersebut menghimpun data dan informasi terkait kependudukan, pembangunan dan ekonomi.

“Tim diberi kuesioner yang sudah disiapkan. Ada 224 kampung di 23 distrik. Satu distrik satu OPD. Kecuali Agats ada empat OPD, karena wilayahnya luas,” kata Elisa, Selasa (5/9).

Selanjutnya, untuk anggaran tim sensus bersumber dari APBD Kabupaten Asmat tahun 2017. Tim ini bertugas menggali informasi dan data terkait jumlah penduduk, kondisi ekonomi dan pembangunan di 224 kampung.

Menurut bupati, melalui kegiatan sensus tersebut, pemerintah ingin melihat dan mengkaji pembangunan yang telah dilaksanakan di 224 kampung. Pemerintah setempat ingin mengetahui dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Yang istimewa dari sensus ini, kita tidak menggunakan sampling. Semua kampung kita masuk untuk menggali dan menghimpun data,” kata Kambu seraya mengungkapkan ada tiga tujuan utama pelaksanaan sensus di Asmat.

Pertama, memastikan data penduduk. Pemkab Asmat ingin mengetahui jumlah penduduk orang asli Asmat, orang asli Papua, anak 0-4 tahun, anak 4-12 tahun, anak sekolah, mahasiswa, sarjana, warga usia produktif, pegawai dan pelaku ekonomi di kampung. 

“Semuanya direkam dan didokumentasikan. Lalu data-data itu dibawa dan diolah oleh Tim Validasi di tingkat kabupaten,” terangnya.

Kedua, memastikan infrastruktur dasar dan pendukung di kampung. Di antaranya sekolah, puskesmas, rumah pegawai, perumahan masyarakat, pegawai (guru, perawat dan PPL), akses jalan, jembatan, listrik dan sebagainya.

“Apakah infrastuktur-infrastruktur ini ada atau tidak. Lalu guru, perawat/bidan, PPL dan sebagainya itu bertugas atau tidak. Itu ingin kita ketahui,” tuturnya.

Ketiga, potensi sumber daya alam (SDA) di kampung. Di antaranya sektor pertanian, perikanan dan perkebunan, termasuk pertambangan dan energi.
“Kita ingin tahu apakah potensi yang bisa kita dorong di kampung-kampung itu,” katanya.

Hasil sensus tersebut akan menjadi sumber informasi dan data bagi Pemkab Asmat dalam merumuskan kebijakan pembangunan ke depan. Terutama menjawab persoalan yang ditemukan di kampung-kampung.

“Misalnya, belum ada sekolah dasar atau fasilitas kesehatan di kampung, ya kita arahkan pembangunannya ke sana. Begitu pun dengan sektor yang lainnya. Jadi sasaran utama sensus sebagai acuan dasar kita untuk membangun,” pungkasnya. (Nuel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Halo.
    Saya adalah Bapak Rahel seorang pemberi pinjaman pinjaman pribadi yang memberikan pinjaman kesempatan seumur hidup kepada individu, perusahaan bisnis, asuransi, dan lain-lain. Apakah Anda dalam kesulitan keuangan atau membutuhkan pinjaman untuk diinvestasikan atau Anda memerlukan pinjaman untuk membayar pencarian tagihan Anda lebih jauh seperti kami di sini untuk membuat semua masalah keuangan Anda menjadi sesuatu dari masa lalu. Kami menawarkan semua jenis pinjaman dalam mata uang mata uang dengan tingkat 2% tanpa biaya dimuka. Saya ingin menggunakan media hebat ini untuk memberi tahu Anda bahwa kami siap membantu Anda dengan jenis pinjaman apa pun untuk menyelesaikan masalah keuangan Anda. ya kemudian kembali sekarang melalui email (rahelcohranloan@gmail.com) untuk lebih jelasnya, anda sangat istimewa.

    ReplyDelete