Toleransi Umat Beragama di Mimika Mantap

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mimika, Ulter Adrianus, SE mengungkapkan, tingkat toleransi dan kerukunan antara umat beragama di Mimika sangat mantap. Faktanya, adanya jalinan kebersamaan yang terjadi belakangan ini, seperti misalnya perayaan hari besar salah satu agama, maka agama lain ikut terlibat dalam menjaga keamanan.

Meskipun demikian, dia mengakui hal tersebut masih sangat perlu ditingkatkan lagi. Untuk itu, Pemerintah Daerah (Pemda) bersama pihak terkait harus secara rutin melaksanakan sosialisasi dan kegiatan bersama di kalangan masyarakat demi mencapai maksud tersebut.

Keakraban antar pemeluk agama yang berbeda akan lebih terbentuk jika didukung dan dimotivasi oleh Pemda. Contohnya, saat menggelar kegiatan keagamaan yang dilaksanakan pemerintah, seharusnya yang hadir bukan hanya unsur pemerintah, masyarakat juga harus dilibatkan.

“Selama ini kalau Natalan, pasti ada remaja masjid dan dari gereja lain yang terlibat dalam menjaga keamanan. Begitu juga kalau hari besar Islam, remaja Kristen juga ikut terlibat. Namun itu harus terus diasah dengan memperbanyak kegiatan sosialisasi bersama, tanpa harus menunggu momen tertentu,” katanya kepada Salam Papua saat diwawancara di Bolbaigo - Keuskupan Timika, Jalan Cenderawasih, Rabu (27/9).

Selain itu menurut dia, masyarakat terkadang enggan untuk saling bersilahturahim dalam kegiatan agama tertentu. Hal ini mencirikan masih belum maksimal keharmonisan di masyarakat. Pemerintah bertugas untuk mengayominya. Pemerintah perlu menggelar kegiatan keagamaan di tempat terbuka yang dihadiri oleh seluruh lapisan masyarakat.


“Salah satu yang paling bagus itu ketika seluruh umat beragama kumpul dan doa bersama di bundaran Eme Neme Yauware. Itu akan terlihat damai, rukun dan bersatu,” tuturnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment