Warga Pioga Palang Jalan Tuntut Pencairan Dana PKH

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Warga Kampung Pioga melakukan aksi pemalangan di jalan Poros Trans Nabire Kampung Pioga, Distrik Kuala Kencana, Selasa (5/9). Warga menuntut dana Program Keluarga Harap (PKH) segera dicairkan Dinas Sosial Kabupaten Mimika.

Informasi yang dihimpun Salam Papua menyebutkan, kejadian terjadi pada pukul 07.30 WIT. Sekitar 20  warga menebang sebatang pohon yang digunakan untuk memalang jalan. Warga menuntut kejelasan mengenai pembayaran dana PKH yang dianggap tidak benar dan mereka menilai  masih menggunakan data lama. Akibat pemalangan ini terjadi kemacetan jalan sepanjang lebih dari 500 meter.

Warga juga mendesak Kepala kampung Pioga memperbaiki data yang lama. Warga menilai nama penerima dana PKH menggunakan data yang lama tidak tepat, karena sudah ada yang meninggal dunia dan pindah tempat tinggal. Warga juga menyayangkan ada  yang berhak mendapatkan dana tersebut tapi tidak terdata. Mereka juga meminta agar pendamping datang ke kampung Pioga untuk menjelaskan data yang mereka anggap tidak valid.

Kepala Kampung  Pioga Pinus Wungga yang berada di lokasi kejadian menyatakan pihaknya sudah menanyakan perihal permasalahan pendamping ke Dinas Sosial, namun, tidak pernah diberikan.
“Nama - nama yang mendapat bantuan tersebut, bukan pihak kampung  yang mendata, tapi dari Pemerintah Pusat atau dari Dinas Sosial sendiri,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Distrik Kuala kencana Everst Hindom. Ia mengatakan, pihak Distrik tidak pernah mendapatkan laporan terkait data penerima bantuan sosial ini. “Apabila ada masalah seperti ini, kami yang selalu menghadapinya,” ujarnya.

Everst juga meminta masyarakat jangan melakukan kegiatan yang melanggar hukum. Pihaknya berjanji akan membawa permasalahan tersebut ke Pemerintah Kabupaten Mimika. “Besok akan ada pertemuan di Pemkab dengan pihak terkait, dan saya akan sampaikan masalah ini,”  pintanya.
Aparat Kepolisian dari Polsek Kuala Kencana beserta Kadistrik dan tokoh masyarakat yang berada di lokasi kejadian meminta warga untuk membuka jalan. Akhirnya, warga pun membuka jalan. Akibat kejadian ini, kemacetan pun terjadi sepanjan 500 meter. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment