148 Unit Rumah Dinas Dalam Proses Pemutihan

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) -  Kepala Bidang (Kabid) Aset pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Mimika, Marten Salossa, mengatakan saat ini terdapat 148 unit rumah dinas milik Pemkab Mimika masih dalam proses pemutihan. Namun 18 unit rumah diantaranya sudah lunas dan masih harus mengantongi sertifikat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebagai penguatan untuk dijadikan milik pribadi.

"Untuk yang 148 unit itu masih dalam tahapan pemutihan, dan sekarang kami sedang memprosesnya. Ada sekitar 18 unit yang telah lunas dan menunggu sertifikat kepemilikan yang dikeluarkan oleh BPN, kata Marten saat ditemui wartawan diruang kerjanya, Rabu (4/10).

Kata Marten, jumlah yang sementara dalam pemutihan tersebut bukan hanya berada di satu titik pemukiman perumahan milik pemerintah daerah (Pemda) saja, namun dari seluruh pemikiman perumahan pemda yang terdapat pada tiga titik wilayah, yakni di wilayah Sempan tepatnya depan kantor Pengadilan, depan Kantor DPRD lama dan perumahan pemda wilayah SP 2.

Menurutnya, pemutihan rumah dinas memerlukan proses dan jangka waktu yang panjang, karena ada banyak mekanisme yang harus dilalui. Sehingga wajar saja jika kini prosesnya belum selesai dalam waktu yang singkat.

Nantinya status rumah dinas akan dihapus di dalam daftar aset daerah. Itu apabila seluruh proses pelunasan termasuk biaya ganti rugi telah selesai dilakukan.

"Bicara soal rumah dinas, ini sudah ada Undang-undangnya yang mengatur. Dengan demikian semua harus ikut mekanisme itu. Prosesnya itu bisa saja sampai bertahun-tahun, tidak bisa dalam satu tahun langsung selesai," katanya.

Sementara itu kendala dalam pengurusan rumah dinas, kata Marten, tidak begitu banyak. Namun bagian aset telah menekankan agar setiap pemberian SK Penghapusan harus melalui mekanisme pelunasan secara tuntas.


"Intinya, kalau sekarang itu semua harus lunas dulu baru kita putihkan, supaya kedepan tidak menimbulkan piutang yang bisa menjadi temuan, ujarnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment