202 Bumil Jadi Peserta 1000 HPK di Puskesmas Agats

Bagikan Bagikan




SAPA (ASMAT) — Sedikitnya 202 ibu hamil (bumil) dari sejumlah kampung di Distrik Agats, Kabupaten Asmat menjadi peserta Program Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) di Puskesmas Agats, tahun ini.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat, dr. Pieter Pajala, Puskesmas Agats secara terjadwal memberikan makanan bergizi kepada ratusan ibu hamil tersebut. Dari 202 peserta, puluhan orang di antaranya telah melahirkan dan berat badan bayinya normal.

“Pada triwulan pertama, Januari-Maret 2017, ada 104 peserta yang aktif ikut Program 1000 HPK. 75 peserta yang melahirkan, di mana 70 bayi lahir dengan berat badan normal antara 3-3,5 kg, 4 bayi lahir dengan berat badan lebih dari normal antara 3,6-3,9 kg, dan 1 bayi lahir dengan berat badan rendah, yakni dibawah 2,5 kg,” ungkap Pajala, Senin (9/10).

Sementara di triwulan kedua April-Juni 2017, sambung Pajala, ada tambahan peserta sebanyak 98 orang. Sehingga total seluruh peserta Program 1000 HPK di Puskesmas Agats pada tahun ini sebanyak 202 ibu hamil.

“Dalam laporan triwulan kedua, ada 102 peserta yang melahirkan, 2 di antaranya lahir dengan berat badan rendah. Sisanya lahir dengan berat badan normal,” kata Pajala.

Menurut dia, seribu hari pertama kehidupan merupakan program strategis Pemerintah Kabupaten Asmat yang fokus di bidang kesehatan. Terutama pembentukan tumbuh kembang anak pada 1000 hari pertama atau masa periode emas.

“1000 HPK terdiri dari 270 hari selama dalam kandungan dan 730 hari pada 2 tahun pertama kehidupan seorang anak. Pada masa ini, nutrisi bagi anak sangat penting untuk perkembangan otak, pertumbuhan organ dan sistem metabolik,” terangnya.

Ia menambahkan, Program 1000 HPK sebenarnya telah dimulai pada Oktober 2016 lalu, dan Puskesmas Agats sebagai pilot project-nya. Dari Oktober-Desember 2016, terjaring 104 peserta. Saat itu, diketahui 64 peserta mengalami Kurang Energi Kalori (KEK) yang ditandai dengan Lingkaran Lengan Atas (LILA) di bawah normal. Sementara 50 orang lainnya menderita anemia (rendahnya kandungan hemoglobin dalam darah).

“Setelah diberi makanan bergizi secara rutin dan terjadwal selama 3 bulan, saat dicek, dari 64 bumil yang mengalami KEK, tinggal 16 orang yang kekurangan energi kalori. Dan 50 orang yang menderita anemia, tinggal 7 peserta yang anemia,” tandasnya.

Sementara Kepala Puskesmas Agats, Natan Rias SKM mengatakan, untuk mendukung pelaksanaan Program 1000 HPK, pihaknya membangun posko atau tempat pemberian makanan kepada peserta. Dalam satu posko ditempatkan 4 hingga 8 perawat yang melaksanakan tugas secara terjadwal.


“Kami memberikan makanan bergizi bagi bumil dan ibu menyusui mulai hari Senin hingga Jumat dengan menu bervariasi, antara lain ikan, telur, daging dan sayur-sayuran,” tambahnya. (Nuel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment