Aktifitas di Dispendasbud Belum Maksimal

Bagikan Bagikan
Aktifitas Di Dispendasbu
SAPA(TIMIKA) - Sejak didemo oleh puluhan guru beberapa bulan lalu aktifitas Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Kabupaten Mimika hingga kini kurang berjalan maksimal. 
"Sudah berapa bulan ini memang aktifitas di Dispendasbud kurang maksimal seperti yang dilakukan oleh dinas lain, " ujar salah satu pegawai Dispendasbud yang  tidak mau disebutkan namanya kepada Salam Papua saat ditemui di Sentra Pemerintahan yang terletak di Karang Senang SP3 Distrik Kuala Kencana, Senin (23/10).

Pegawai tersebut mengatakan, para pegawai yang bekerja pun ikut bingung apa yang harus dikerjakan. Sebab kepala Dinas sebagai pengguna anggaran selama ini jarang berada di kantor. 
"Jadi kami ini ibaratnya ayam kehilangan induk mau ke mana. Sehingga Kepala Dinas sebagai pemimpin harus ada evaluasi mengenai kinerja yang dilakukan selama ini," katanya. 

Menurutnya, Dinas Pendidikan Dasar perlu duduk bersama dengan semua pihak untuk mencari solusi mengenai persoalan yang terjadi saat ini. Supaya permasalahan yang ada saat ini tidak berkepanjangan sehingga akhirnya dapat mengganggu proses pendidikan di Mimika. Apalagi Dispendasbud sebagai fondasi untuk Pendidikan lanjutan baik SMP maupun SMA.

 "Tetapi kalau aktifitas di kantor kurang maksimal seperti sekarang bagaimana pendidikan di Mimika bisa maju seperti daerah lain," ujarnya. 

Sementara itu, salah satu orang tua yang datang untuk mengurus berkas anaknya mengeluh, lantaran ketika datang ke kantor, pintu kantor selalu terkunci. 

"Sudah beberapa hari ini saya datang tapi Kadis tidak ada. Lalu kita mau urus surat anak sekolah ini bagaimana? Kita minta Bupati atau wakil untuk bisa mencari solusi supaya aktifitas harus berjalan di kantor tidak perlu di luar kantor," keluhnya.

Menurutnya jika ada persoalan dengan Kepala Dinas itu menjadi urusan pribadi dan harus secepatnya diselesaikan. Tidak harus mengorbankan masyarakat yang harus naik turun Timika ke Kantor Pusat Pemerintahan hanya untuk mengurus berkas. 

"Jarak dari Timika cukup jauh. belum lagi orang dari Poumako atau Mapuru Jaya. Tentu banyak buang biaya dan waktu," ujarnya. (Albin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment