Anggota DPRD: Tindak Tegas Pelaku Tawuran Pelajar

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Anggota DPRD Kabupaten Mimika menyikapi terkait adanya aksi tawuran antar pelajar yang terjadi di Timika, Rabu (4/10). Anggota DPRD meminta petugas kepolisian untuk bertindak tegas terhadap aktor di balik tawuran tersebut. Tidak hanya itu, orang tua murid juga harus berperanserta dalam mengawasi anak-anaknya.

Anggota DPRD dari komisi A yang membidangi hukum, Den B Hagabal mengatakan, kebiasaan tawuran antar pelajar yang ada di luar Timika jangan sampai terjadi di Timika. Orang tua bertugas untuk mengawasi anak anaknya. Pihak sekolah dan pihak keamanan harus bertindak tegas terhadap pelaku tawuran.

“Siapa yang terlibat tawuran polisi harus tangkap. Karena itu sudah termasuk dalam criminal.  Kalau melanggar di mata hukum, hukum harus ditegakkan terhadap pelaku tawuran,” kata Den B Hagabal kepada wartawan Salam Papua di Gedung DPRD jalan Cenderawsih Timika, Kamis (5/10).

Menurut Dia, orang tua dalam hal ini harus berperan aktif untuk mendidik anak-anaknya. Supaya permasalahan seperti ini tidak terulang kembali. Sekolah pun diharapkan dapat bertindak tegas terhadap pelaku tawuran.

“Orang tua dan sekolah itu harus dapat mengawasi anak-anaknya, apabila bersalah sekolah harus tindak,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh anggota DPRD Komisi C yang membidangi pendidikan, Thadeus Kwalik. Dia mengatakan, bagi kami orang tua istilah tawuran itu tidak dikenal oleh orang papua. Istilah yang berasal dari luar jangan dibawa bawa ke Timika agar tidak memicu terjadinya kekacauan. Polisi harus manggil orang tua siswa yang terlibat tawuran.

“Istilah tawuran itu di Papua tidak ada. Jangan dibawa-bawa istilah tersebut ke Timika,”katanya.
Ia menegaskan, sekolah merupakan lembaga pendidikan yang selalu mengajarkan moral, karakter dan intelektualitas, bukan tawuran. Kepala sekolah harus mengambil sikap tegas mengeluarkan setiap siswa yang terlibat dalam tawuran. Hal ini dilakukan agar menjadi efek jera dan peringatan bagi setiap siswa.

“Sekolah tempat untuk belajar bukan untuk berkelahi. Jangan bawa pengaruh dari luar ke Timika,” tegasnya.

Seperti diketahui, pelajar SMK Negeri 1 Kuala Kencana nyaris tawuran dengan pelajar SMK Petra Timika, Rabu (4/10). Hal tersebut dikarenakan salah seorang pelajar SMK N 1 Kuala Kencana bernama Yunus Nau  dianiaya pelajar SMK Petra. Tidak terima rekannya dianiaya, pelajar SMK N1 Kuala Kencana melakukan konvoi ke SMK Petra untuk melakukan penyerangan. Beruntung petugas kepolisian segera mencegah aksi penyerangan tersebut. (Tommy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment