Assessor BAN-PT Bawakan Kuliah Umum di STKIP Hermon

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) – Assesor BAN-PT Kemenristek Dikti RI, DR.Tgk.H.Gunawan Adnan,M.A,Ph.D menjadi narasumber kuliah umum di STKIP Hermon Timika, Senin (9/10). Doktor bidang filsafat dari Jerman dengan predikat Summa Cum Laude tersebut, membawakan materi tentang Urgensi jaminan mutu akademik bagi sebuah perguruan tinggi.

Dia juga akan menjadi narasumber workshop di kampus tersebut yang pesertanya hanya jajaran pimpinan dan para dosen, Selasa (10/10). Workshop tersebut mengangkat tema Towards World Class University and its Challenges.

“Sekarang ini mutu akademik penting, karena kita melihat mutu itu sebagai suatu keniscayaan. Bicara soal mutu itu kewajiban, keharusan yang harus dipenuhi oleh sebuah lembaga pendidikan. Tidak mungkin membuka pendidikan hanya untuk melahirkan alumni, selanjutnya alumni menjadi pengangguran,” katanya kepada Salam Papua di STKIP Hermon, Senin (9/10).

Tentunya semua menginginkan alumni itu bisa memberdayakan dirinya sendiri. Lulus dengan proses jaminan mutu yang baik tentunya akan melahirkan alumni-alumni yang berkualitas. Kualitas itu sebenarnya suatu prasarana untuk bisa bersaing secara lokal dan global maka kualitas ini harus dipenuhi.

“Kita tahu STKIP Hermon ini baru berjalan dua tahun. Boleh kita katakan ini masih sangat muda atau baru seumur jagung. Tapi yang jelas kita harus pastikan bahwa prosesnya itu ke arah yang benar,” jelasnya.

Mutu itu sebagai suatu prasarana, untuk bersaing secara global. Karena kalau tidak, maka Indonesia bisa jadi santapan atau jajahan pihak luar. Karena kita tidak bisa bersaing secara global.

Dosen dan peneliti di UIN Aceh tersebut mengungkapkan, STKIP Hermon dari segi kuantitas dosennya perlu ada penambahan. Karena dosen tetap baru delapan orang, ini harus ditingkatkan kuantitasnya. Sementara kualifikasinya dari S2 ditingkatkan menjadi S3. Selanjutnya dari S3 yang tidak linear dengan bidangnya, harus dicari lagi S3 yang linear dengan bidangnya. Sehingga Dosen itu mampu mendidik anak-anak mahasiswa dengan profesionalitas yang tinggi.

Penilaian penelitian perlu juga ditingkatkan. Untuk memberikan keyakinan mutu terhadap stakeholder seperti PTFI. Supaya dengan yakin bisa menitipkan dana SCR mereka dan bisa membesarkan serta menguatkan komunitas STKIP Hermon, khususnya anak-anak asli Papua. Sehingga tidak menjadi penonton di tanah mereka sendiri.

“Kalau akreditasi kita belum bisa bicara, karena STKIP masih baru dan belum mempunyai tamatan. Tetapi saya yakin kalau diakreditasi bisa dapat nilai B,” ungkapnya.

Ketua STKIP Hermon Timika, Yulian Solossa, S.Sos M.Si menambahkan kedatangan Guru besar dari Aceh tersebut bukan saja memberikan seminar kepada mahasiswa, tetapi juga kepada para Dosen. Di samping itu juga akan melihat proses persiapan Akreditasi sampai pada penyerahan dokumen melalui Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO).

“Saya sendiri punya rencana dan harapan akan mendatangkan beberapa guru besar untuk mengabdi di kampus ini. Kampus ini baru dua tahun, tapi sudah punya delapan Dosen tetap untuk tiga prodi. Saya akan berusaha lengkapi sekitar 12 dosen lagi, karena satu prodi harus ada enam dosen tetap dengan jenjang S2,” ujarnya.

Saran dari Guru besar ini, STKIP Hermon segera membuat MoU dengan beberapa Kampus besar yang predikat akreditasinya A dan B.


“Kita juga sudah lobi ke UNCEN untuk kerja sama. Setelah UNCEN akan beralih ke Manado dan Malang. Itu sudah komitmen di tahun 2018-2019. Saya akan gandeng kampus besar bersama STKIP Hermon,” kata Yulian. (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment