Bengkel Dekat Lampu Merah Menyebabkan Jalan Menjadi Sempit

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) – Salah satu bengkel yang terletak di dekat traffic light atau lampu merah persimpangan Jalan Belibis – Yos Sudarso, tepatnya bersampingan dengan Bank Papua, menjadikan ruas jalan sekitar daerah itu menjadi sempit. Antrian kendaraan dari arah Timika Indah atau Jalan Belibis menuju Jalan Yos Sudarso dan Ki Hajar Dewantara, menjadi panjang ketika lampu traffic light menunjukkan tanda berhenti.

Berdasarkan pantauan Salam Papua, Jumat (6/10), akibat parkiran motor yang mengambil sebagian badan jalan tepat didepan bengkel tersebut, banyak pengendara roda dua dan roda empat saling beradu mulut ketika kendaraan mereka saling bersenggolan karena ruas jalan kian sempit.

“Kita heran kenapa ada bengkel buka ditempat sempit begini. Kenapa pemerintah tidak perketat soal tempat usaha. Banyak pengendara motor dan mobil yang baku marah kalau sudah antri di lampu merah ini. Padahal karena memang sudah sempit,” kata Marten Yarangga, salah satu warga Sempan yang ikut mengatri di lampu merah depan bengkel yang dimaksud.

Keberadaan bengkel tersebut, menurut Marten, sudah sejak lama beroperasi. Namun hingga kini belum di tindak tegas oleh pemerintah.

Selanjutnya, persoalan keberadaan bengkel Kencana Motor di dekat lampu merah dan menyebabkan penumpukkan kendaraan, menurut Kepala Dinas Tata Kota (Distako) Mimika, Petrus Lewa Koten, merupakan salah satu target untuk penertiban tempat usaha yang telah direncanakan sejak lama.

“Memang yang selama ini dilakukan cuma sebatas izin usaha saja, tapi untuk menindak soal tata letak, itu belum pernah kita lakukan. Tapi nanti akan kita lakukan. Memang untuk bengkel Kencana Motor itu tempatnya sangat sempit,” kata Petrus belum lama ini.

Penertiban letak tempat usaha khusus bengkel, sangat penting dilakukan. Selain keberadaannya mempersempit ruas jalan, sering juga menebar baut maupun mur dan cairan oli bekas tersebar hingga ke badan jalan.


“Kalau baut dan besi lainnya bercecer di badan jalan, itu bisa buat orang jatuh, apalagi dengan oli bekas, itu sangat mengganggu,” ujarnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment