Bentrok Antar Pemuda Seorang Warga Jadi Korban

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) – Bentrok yang terjadi pada Sabtu (30/9) malam (Malam Minggu-Red) di wilayah Nawaripi, antara kelompok pemuda dari Gang Masbait dengan pemuda dari Gang Konro (Area Lapangan Jayanti-Red) mengakibatkan seorang pemuda  dari Gang Gaharu menjadi korban terkena sabetan benda tajam.

Dari hasil pantauan Salam Papua dilokasi kejadian Sabtu malam itu, korban  penganiayaan yang dialami bernama Melkos Hukubun (19) alias Meko, di duga dilakukan oknum dari kelompok pemuda Gang Masbait. Dimana ketika bentrok terjadi, kelompok pemuda Gang Masbait memukul mundur kelompok pemuda Gang Konro hingga posisi mereka berada di depan Gang Gaharu. Saat mereka melihat korban yang sedang berada di sebuah kios, salah satu oknum atau pelaku dari kelompok pemuda Gang Masbait mengayunkan benda tajam berupa parang ke arah korban.

Saat bentrok terjadi, petugas kepolisian yang merespon peristiwa ini berupaya menghalau kedua kelompok dengan cara melepas tembakan peringatan ke udara berulang kali. Namun, masih ada saja oknum-oknum pemuda yang tidak menghiraukan upaya kepolisian tersebut. Selang beberapa menit kemudian, akhirnya kelompok pemuda dari Gang Masbait dan Gang Konro mundur ke wilayah masing-masing dan mengakhiri bentrok. Namun, pada saat kelompok pemuda dari Gang Gaharu mengetahui ada kerabat mereka yang menjadi korban akibat salah sasaran. Mereka kemudian keluar dan berupaya melakukan pembalasan. Untung saja niat itu berhasil dihalau petugas kepolisian, sehingga bentrok berhasil diminimalisir.

Akibat peristiwa ini, arus lalulintas sempat terhenti. Kelompok pemuda dari Gang  Gaharu keluar ke jalan dan menghentikan arus lalu lintas. Tetapi selang beberapa menit kemudian setelah adanya koordinasi yang baik bersama pihak kepolisian, arus lalu lintas kembali berjalan normal.

Kapolres Mimika, AKBP Victor Dean Mackbon saat dikonfirmasi Salam Papua, Minggu (1/10), mengatakan, korban dianiya ketika sedang bersama istrinya memesan makanan di sebuah warung samping Gang Gaharu.

“Tidak lama kemudian korban melihat terjadi keributan antar kelompok anak muda, dimana kedua kelompok tersebut baku kejar. Kemudian salah seorang pemuda mendekati korban dan langsung mengayunkan parang kearah korban berkali-kali,” katanya.

Serangan oleh oknum pemuda atau pelaku yang dilakukan terhadap korban. Korban mengenai tangan kanan, yakni pada jari tengah dan bagian pungung korban. Setelah situasi berhasil dikendalikan, korban kemudian di evakuasi petugas kepolisian menuju RSUD Mimika, untuk mendapatkan perawatan medis.

“Dengan adanya kejadian tersebut, akhirnya pihak keluarga korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian untuk di tindak lanjuti,” ujarnya.

Saat ini, kata Kapolres, sudah ada tiga saksi yang diperiksa untuk diambil keterangannya terkait aksi penyerangan atau penganiayaan terhadap korban. Sementara untuk pelaku, saat ini masih dalam proses lidik.

Akibat peristiwa ini pihak kepolisian berupaya melakukan tindakan pencegahan agar masalah yang terjadi tidak semakin melebar. Para pihak diminta memberikan kesempatan kepada pihak kepolisian untuk menangani masalah ini hingga tuntas.

“Kami mengharapkan peran serta dari tokoh masyarakat serta warga, yang bilamana terbukti pelaku adalah dari kelompok masyarakat, agar secepatnya diserahkan kepada pihak kepolisian,” harapnya.
Sementara itu, keluarga korban saat di konfirmasi Salam Papua pada Minggu malam via seluler, mengatakan, pihak keluarga hanya menginginkan agar pelaku bisa segera di tangkap dan di proses hukum sesuai perbuatannya.

“Mamanya (Orang tua korban-Red) minta supaya polisi segera tangkap pelaku, sebenarnya kasih waktu tadi jam 4, tapi karena dibilang besok jam 9, makanya mamanya bilang supaya besok harus tangkap pelaku. Terus proses hukum, dan proses adat juga berjalan,” kata Rosina Tanlain (32) yang merupakan kakak supupu dari korban.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya media ini, menyebutkan, pelaku penganiayaan terhadap korban di duga dilakukan pemuda yang berinisial GT alias Ghio. GT alias Ghio sendiri merupakan pemuda yang tempat tinggalnya tidak menetap, tetapi yang bersangkutan sering juga bermain di Gang Masbait. (Saldi)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment