Berlibur ke Amerika Ditengah Defisit APBD

Bagikan Bagikan

MEMBACA berita Rencana Pemkab dan DPRD berlibur ke Amerika Tuai Kritikan pada November mendatang yang diterbitkan Salam Papua edisi Senin (30/10) yang disuarakan oleh anggota DPRD Mimika Yohanes Wantik, sesungguhnya membuat nalar sehat seakan mati suri. Bagaimana mungkin ditengah ‘kepala pusing’ mengatasi deficit APBD Mimika tahun 2017 sebesar Rp 800 miliar, masih ada nafsu petualangan dari kalangan eksekutif dan legeslatif untuk berlibur ke Amerika?

Apalagi menurut Yohanis Wantik, kegiatan berlibur, bersenang-senang dan berfoya-foya sejumlah pejabat dari eksekutif dan legeslatif ini bakal menelan dana APBD Mimika yang sudah difisit itu mencapai miliaran rupiah. Ini seperti pepatah, APBD Mimika yang sudah jatuh ditimpa tangga pula. Anehnya yang menimpakan tangga tersebut adalah pejabat-pejabat daerah yang seharusnya berada di garda terdepan untuk mencari solusi agar difisit tersebut teratasi. Maaf, masyarakat tentu akan bertanya, oknum-oknum pejabat yang sudah siap berlibur ke Amerika itu, masih punya otak dan akal sehatkah tidak? Masih punya hati nurani untuk rakyat yang hingga saat ini rajin membayar pajak, tapi belum menikmati sepenuhnya hasil dari pembangunan.

Bila oknum-oknum pejabat yang mau berangkat tersebut masih punya otak dan akal sehat serta hati nurani untuk rakyat, maka seharus ramai-ramai membatalkan rencana tersebut, demi efisiensi anggaran menyelematkan APBD Mimika yang sedang difisit. Dana miliaran yang akan dihabiskan untuk biaya tiket, akomodasi dan lain-lain, sejatinya dipergunakan untuk membangun sesuatu yang bisa dinikmati masyarakat Mimika.

Misalnya dana tersebut digunakan untuk menata dan memperbaiki selokan dalam Kota Timika agar setiap kali hujan turun deras, air tidak lagi menggenangi rumah warga. Atau seperti yang disampaikan Yohanis Wantik, mendingan dana tersebut dikasih ke dirinya, dipakai membangun satu atau dua  jembatan untuk rakyat. Itu akan lebih bangus dan bermanfaat.

Seharusnya oknum pejabat di eksekutif dan legeslatif memiliki rasa malu, ditengah difisit APBD ratusan miliaran rupiah, masih mau pergi berlibur, bersenang-senang dengan uang rakyat. Kalau pun, ke Amerika ini merupakan program studi banding yang sudah diagendakan dan disetujui dananya dalam APBD Mimika tahun 2017, tidak seharusnya agenda tersebut dipaksakan berjalan, ditengah difisit anggaran saat ini. Program tersebut bisa ditunda ke tahun depan karena tidak tergolong harus dan mendesak dilakukan tahun ini.

Wahai oknum pejabat di Pemkab dan DPRD Mimika yang mau berlibur ke Amerika, introspeksi diri, tolak dan hentikan rencana tersebut, karena kalian tidak layak melakukan itu disaat daerah dan rakyat sedang ‘menderita’ akibat defisit anggaran. Sekali lagi, harusnya kalian menjadi orang terdepan dalam mencari solusi terhadap defisit yang terjadi, bukan melarikan diri dan bersenang-senang ke Amerika.

Kalau kepergian ini menggunakan dana pribadi pejabat tertentu, maka itu tidak masalah. Silahkan saja. Namun harus diatur agar kepergian tersebut tidak mengganggu tugas dan tanggung jawab sebagai pejabat negara dan wakil rakyat di DPRD. Apakah pejabat yang mau berangkat mengambil cuti? Bagi pimpinan, ketua komisi dan anggota DPRD yang akan berangkat, apakah tidak mengganggu agenda sidang di DPRD? Salah satu agenda penting di bulan November adalah pembahasan APBD Mimika tahun 2018. Harus diatur jangan sampai pembahasan ini tertunda gara-gara keberangkatan tersebut.


Tahun 2018 adalah tahun politik. Menjelang pesta demokrasi Pilkada serentak, akan terdapat banyak ‘hadiah politik’ yang bersileweran, tinggal memilih mau diambil atau dilepas. Ingatlah bahwa tidak ada ‘hadiah politik’ yang gratis. Kalau searah dan setujuan, silahkan dilahap. Kalau berbeda arah, bahkan menjadi lawan politik, maka harus ada keberanian menolak. Kecuali tidak ada rasa malu dan mengatakan, ‘ambil saja uangnya, tapi jangan pilih orangnya.’ Sikap ini memang sudah lasim dilakukan, tapi itu sungguh tidak beretika dan bermoral bagi para wakil rakyat. (yulius lopo)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment