Bertambah Usia, Pemkab Mimika Harus Berpacu

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA)Sejak terbentuk pada 8 Oktober 1996 silam dan dipimpin bupati pertama Titus Potereyau , Kabupaten Mimika kini berusia 21 tahun. Dengan usia yang boleh dibilang sudah dewasa ini, Mimika semakin berpotensi di mata para investor dunia. Di tambah lagi kepemimpinan Presiden Indonesia Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla, program Nawacita di sisi pembangunan gencar dilakukan mulai dari pesisir hingga pegunungan, dan itu termasuk dirasakan Kabupaten Mimika.

Salah satu pilot lokal yang menerbangkan pesawat milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Alion Belau, berharap Mimika di usai ke-21 ini, harus berpacu dalam menyambut program nawacita itu. Di mana itu untuk mengimbangi antara kemajuan multi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dengan kematangan usianya.

“Kita tahu yang namanya pembangunan itu butuh proses, dan kemajuan di Mimika juga sudah mulai nampak sebelum usia 21. Tapi kita berharap dengan bertambahnya usia, Pemda Mimika juga harus lebih berpacu, bisa mengimbangi kematangannya di usia 21. Apalagi sekarang prioritas kepemimpinan Jokowi - JK adalah membangun Indonesia dari Pesisir,” harap Alion, yang mengaku telah menerbangkan pesawat milik Pemkab Mimika yang dioperatori Asian One Air melintasi langit Mimika selama tiga tahun ini, Sabtu (8/10), di Eme Neme Yauware.

Pilot muda kelahiran Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, 13 Maret 1993 silam ini mengakui, meski bukan berdarah asli Amungsa, karier yang di rintis saat ini berawal dari Mimika melalui PT Freeport Indonesia (PTFI). Sehingga saat ini Ia bisa menerbangkan pesawat milik Pemkab Mimika dengan rute ke lebih dari satu daerah pedalaman, seperti Ilaga, Bela, Alama, Mulia, Tsinga, Tinag, Sugapa, Kenyam, Kokonao, Kapiraya, Potowaiburu, Jita, Agimuga dan beberapa daerah lainnya dalam wilayah Mimika.

“Memang secara silsilah keturunan saya bukan anak asli Mimika, tapi saya menjadi pilot karena di sekolahkan dari hasil bumi Mimika. Saya berterimakasih kepada Pemkab Mimika karena telah menerima saya untuk menerbangkan Asian One Air dan melayani masyarakat saya  sendiri,” ungkap pilot muda yang beberapa waktu ke depan akan diangkat menjadi kapten pilot.

Berharap Regenerasi Pilot Asli Mimika Ikut Bertambah
Di usai yang ke-21, Pemkab Mimika diharapkan bisa meregenarasikan anak asli Mimika menjadi seorang pilot. Saat ini memang sudah ada anak asli Mimika yang juga menjadi pilot, namun jumlah yang ada masih perlu ditambah untuk kedepannya dapat melayani masyarakatnya sendiri di Mimika.
Ada salah satu pilot yang memang asli anak Mimika juga, tapi dia tidak menerbangkan pesawat Pemda Mimika, dan hanya melayani di wilayah pegunungan. Itu makanya kita berharap pemerintah terus mendorong pertumbuhan pilot baru yang merupakan anak Amor (Amungme-Kamoro),” harapnya.

Usia 21 merupakan usia yang boleh dibilang matang. Sehingga, pemerintah harus lebih mengutamakan penguatan dalam bidang sumber daya manusia (SDM) khusus putra putri  asli Mimika. Selain itu, untuk lebih menjangkau pelayanan kepada masyarakat, Pemkab Mimika perlu penambahan pesawat khusus, untuk melayani masyarakat di pesisir dan pegunungan.


“Memang saat ini dengan jumlah pesawat yang ada, bisa menjangkau ke semua wilayah. Tapi, itu tidak lancar dan rutin. Kita tambah pesawat juga supaya mengantisipasi kalau salah satu sedang perbaikan atau mengalami kendala lain, maka sudah ada pesawat lain yang akan melayani, dengan begitu pelayanan masyarakat kita lancar,” katanya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment