BLH Mendata Belasan Penampung Galian C Ilegal

Bagikan Bagikan
Devota M. Leisubun
SAPA (TIMIKA) - Kepala Bidang Pengkajian Pembinaan Teknis Amdal, Hukum dan Perizinan, Balai Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Mimika menyampaikan, terdapat belasan titik tempat penampungan material galian C di Kota Timika. Penampungan ini anggap belum memiliki izin lingkungan dan persyaratan lainnya sehingga masih dikategorikan ilegal.

Selain mengkaji terkait perizinan pada lahan galian C, BLH juga mewajibkan seluruh tempat penampungan hasil galian C untuk memiliki izin lingkungan. Hal ini karena aktifitas yang akan dilakukan pada setiap penampungan sudah berbeda dari tempat pengerukan pada galian C.

“Memang yang saat ini sudah di data oleh tim kami baru empat cruiser, tapi biasanya dari satu pemilik itu bisa miliki lebih dari satu cruiser atau penampungan,” kata Devota M. Leisubun, SH yang ditemui di Kantor BLH, Jalan Cenderawasih, Senin (23/10).

Penampungan material galian C harus memiliki izin lingkungan yang bisa menjamin kemanan lingkungan dan polusi udara di sekitarnya. Jika setiap pengusaha hendak mendirikan suatu penampung material galian C, juga harus bisa menyediakan tempat yang tidak menyebabkan gangguan lingkungan.

Untuk memberikan pemahaman pentingnya memiliki izin dan prosedur dalam mendirikan tempat usaha khusus penampungan galian C, BLH telah membagikan surat edaran dari Bupati Eltinus Omaleng. Sebagai lanjutan atas edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK) yang mewajibkan seluruh pelaku usaha pengerukan galian C termasuk tempat penampungannya untuk memiliki dokumen Amdal, UKL-UPL, SPPL dan atau DELH, DPLH yang merupakan syarat untuk memperoleh izin lingkungan.

Terkait hal tersebut, diharapkan setiap pengusaha yang sama sekali belum memiliki izin bisa segera mengurus setiap dokumen sebagai persyaratan. Sedangkan bagi mereka yang telah memiliki izin namun sudah mati, harus memperpanjang agar tidak menghambat pembangunan di Mimika.

“Surat edaran dari KemenLHK dan Bupati kami sudah bagikan ke setiap pengusahanya. Penampungnya itu juga sangat wajib untuk miliki dokumen-dokumen supaya memperoleh izin lingkungan. Karena itu juga sebagai tempat usaha, harus bisa menyesuaikan dengan lingkungan, apakah dia tidak mengganggu? atau menyebabkan polusi atau tidak?,” tuturnya. (Acik)



Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment