Bupati Masih Kaji Rencana Tutup Peredaran Miras

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) – Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE.MH mengatakan masih mengkaji rencana menutup peredaran miras di Mimika. Hal ini mengingat, penjualan miras local secara ilegal atau tanpa izin masih marak. Bila penjualan miras lokal berhasil ditutup, barulah mengamankan para penjual yang telah memiliki izin resmi.

“Persoalan miras ini masih saya pikir-pikir. Salah satu pertimbangan kita, karena  Mimika ini daerah pertambangan. Miras ini salah satu asupan penyemangat bagi para karyawan PT Freeport Indonesia,” ungkap Eltinus ketika diwawancarai usai upacara HUT Mimika ke 21 di lapangan Timika Indah, Senin (9/10).

Eltinus mengatakan, pertimbangan penutupan miras akan terus dikaji mengingat miras merupakan salah satu sumber pemasukan pada pemasukan asli daerah (PAD).

Terkait jumlah distributor resmi, diakuinya ada tiga yang telah memiliki izin yakni, IJS, 66 dan Pangansari. “Diluar IJS, 66 dan Pangansari itu semuanya illegal. Mereka yang ilegal itu nanti yang bakal dibersihkan,” ujarnya.

Ijin perpanjangan peredaran miras juga diakuinya, masih dalam proses pengkajian. Dengan demikian jika diberikan perpanjangan, maka diperkirakan berlaku dalam setahun.

“Perpanjangan izin untuk tiga distributor resmi itu juga masih kami kaji. Karena Kapolres juga sudah desak terkait izin miras diperpanjang atau tidak. Dan saya sudah perintahkan Disperindag untuk mengkaji dan kembali melapor ke Kapolres,” ungkapnya.

Bupati menjelaskan, ada beban berat dengan adanya kesepahaman bersama Gubernur terkait miras, namun setelah mempertimbangkan Mimika sebagai daerah pertambangan, maka proses pengkajian juga akan terus dilaksanakan.

“Memang saya sudah tandatangan kesepahaman bersama Gubernur. Dan itu jadi beban berat buat saya. Tapi mau bagaimana lagi, kita disini sebagai daerah pertambangan dan juga miras sebagai sumber pemasukan PAD kita,” ujarnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment