Dinkes Akan Rasionalisasi Tenaga Kesehatan

Bagikan Bagikan
Reynold Arnold Ubra 
SAPA(TIMIKA) - Untuk pemerataan penempatan tenaga kesehatan antara puskesmas yang satu dengan puskesmas yang lain Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika akan merasionalisasi tenaga kesehatan berdasarkan jumlah, jenis dan distribusih.

"Jadi harus ada rasionalisasi tenaga kesehatan karena peralatan kesehatan saat ini tidak sama lagi dengan tahun delapan puluhan atau sembilan puluhan. Minimal sekarang tenaga kesehatan dari tujuh prosesi harus ada sesuai dengan UU Kesehatan dan Peraturan Mentri," kata Sekretaris Dinkes Kabupaten Mimika Reynold Ubra kepada Salam Papua di ruang kerjanya, Senin (23/10).

Reynold menjelaskan, tenaga kesehatan paling banyak adalah bidan dan perawat. Sedangkan tenaga laboratorium dan farmasi hampir tidak ada.  Dan kemungkinan ada mal praktek, hanya saja masyarakat tidak memberikan laporan. Berdasarkan UU Kesehatan No 36 tahun 2014 tenaga kesehatan adalah pengabdi. Sehingga apapun kondisinya harus berada di tempat untuk melayani masyarakat.

 "Jika tidak ada di tempat maka ada sanksi. Untuk ASN diatur dalam PP No 10 sedangkan non ASN bisa pemutusan kontrak. Misalnya dalam satu bulan tidak bekerja minimal selama tiga hari dalam 22 hari kerja. Apabila lebih dari itu akan ada pemutusan kontrak tanpa kompromi, " katanya.

Menurut Reynold, di tahun 2018 Dinkes coba untuk mengusulkan sarana dan prasarana untuk Puskesmas yang selama ini sudah ditunjang oleh pemerintah daerah. Tetapi sarana dan praserana untuk tenaga kesehatan terlewati.


"Kita lihat di daerah terpencil kalau tidak ada rumah, petugas mau tinggal di mana? Untuk itu di dalam rencana strategis tahun 2018 kita coba usulkan untuk melengkapi sarana dan prasarana untuk petugas kesehatan mulai dari tempat tinggal, air bersih, listrik dan transoprtasi," ujarnya.(Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment