Dinkes Akan Tindak Tegas Pelaku Usaha Kesehatan Bandel

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika akan menindak tegas pelaku usaha kesehatan, dalam hal ini pemilik usaha apotik, klinik dan toko obat. Tindakan tegas ini diambil bagi mereka yang tidak mengindahkan aturan pemerintah terkait larangan penjualan obat, izin usaha dan izin praktek tenaga medis.

“Apotik, klinik dan toko obat harus ada izinnya apabila mengelola obat. Minimal ada apotekernya,” kata Sekretaris Dinkes Mimika, Reynold Ubra, ketika ditemui Salam Papua usai kegiatan di Hotel Horison, Jalan Hasanuddin, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, Dinkes akan memberikan sanksi berupa penutupan usaha apotik, klinik dan toko obat bagi yang tidak mengindahkan aturan. Pada beberapa waktu lalu, tim dari Dinkes telah melakukan penutupan sejumlah klinik yang tidak mematuhi aturan yang dimaksud.

“Sebelum itu ditutup, surat peringatan itu sudah disampaikan terlebih dahulu. Ada 23 surat peringatan yang sudah dilayangkan kepada klinik, apotek dan toko obat yang ada di Timika,” katanya.

Hal ini menurut Reynold, membuktikan bahwa pemilik usaha tidak mengindahkan peringatan yang disampaikan oleh pemerintah, dalam hal ini pihak Dinkes.

“Ini salah satu langkah yang baik untuk memberikan peringatan. Tahun lalu kami lakukan hal yang sama setelah menerima surat dari BPOM (Balai Pengawasan Obat dan Makanan) Jayapura. Kami dari Dinas kesehatan Kabupaten Mimika melakukan penutupan sebanyak 13 unit klinik, toko obat dan apotek yang ada di Timika,” terangnya.

Terkait adanya temuan penyalahgunaan izin profesi untuk tenaga medis yang bekerja di klinik, apotek dan toko obat, Reynol mengakui tahun lalu memang banyak yang ditemukan. Namun, untuk tahun 2017 dan tahun yang akan dating, semua tenaga kesehatan yang bekerja di fasilitas kesehatan harus mengantongi izin, baik organisasi profesi di pemerintah maupun swasta.

“Izin praktek tahun sebelumnya banyak temuan. BPOM dan Dinas Kesehatan sendiri mulai melakukan pembenahan. Dan saya pikir, tahun ini dan tahun depan semua tenaga kesehatan baik di pemerintah seperti di rumah sakit dan puskesmas dan swasta, sudah mengantongi izin. Itu target kami,” ujarnya.

Tahun 2017 ini, Dinkes sudah tiga kali turun lapangan melakukan pengawasan. Sesuai agenda tahun 2017, akan dilakukan lagi satu kali kunjungan. Selain melakukan pengawasan, kata Reynold, yang dibutuhkan adalah komitmen pemilik usaha untuk mematuhi aturan.


“Bagaimana komitmen dari pemilik usaha untuk mematuhi aturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Sebenarnya ini dalam rangka melindungi masyarakat di Kabupaten Mimika,” katanya. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment