Dinkes Asmat Perbanyak Obat Program

Bagikan Bagikan
Kepala Dinas Kesehatan Asmat, Pieter Pajala.
SAPA (ASMAT) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Asmat bakal memperbanyak obat-obat program seperti obat malaria, ispa, diare dan tibi. Pasalnya, obat program lebih sering dipakai atau memenuhi kebutuhan pasien di kabupaten tersebut.

“Cukup banyak obat yang tidak sering dipakai sudah ekspayer di gudang farmasi, seperti obat jantung dan salap-salap. Makanya, saya minta farmasi lebih banyak memesan obat yang sering dipakai atau obat program, seperti obat malaria, ispa dan penyakit kulit,” kata Kepala Dinkes Asmat, Pieter Pajala, Selasa (24/10).

Menurut Pieter, alasan diperbanyaknya pasokan obat program, karena penyakit yang paling dominan di kabupaten tersebut adalah malaria, penyakit kulit, diare, ispa dan tibi. Kendati begitu, pemesanan obat tetap mengikuti prosedur yang ada, katanya.

“Untuk jumlah atau kuatanya kita tetap sesuai dengan laporan pemakaian dari tiap puskesmas. Obat program itu obat-obat yang diberikan gratis, seperti darplex, obat HIV, dan obat tibi,” ujarnya.

Dikatakan, dana untuk obat-obatan bersumber dari dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK). Prosedur pemesanan obat-obatan dilakukan melalui sistem e-katalog, karena harga obatnya lebih murah.

“Kecuali obat-obatan yang tidak masuk e katalog, itu baru kita pakai rekanan. Pemesanan obat tiap tahun kita lakukan. Biasanya kita pesan sesuai kuota dan ditambah 10 persen. Misalnya yang dibutuhkan 100, maka minimal dipesan 110,” terang dia.

Pieter menambahkan, obat-obatan di Dinkes Asmat dipesan langsung dari Surabaya. Beberapa waktu lalu persediaan obat di Asmat sempat menipis, karena keterlambatan pengiriman melalui jalur laut.

“Karena cuaca buruk, sehingga terlambat. Tapi sekarang persediaan obat-obatan kita sudah aman,” tandasnya. (Nuel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment