Disnakertranspera Gelar Sosialisasi PTK

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Dinas  Tenaga Kerja, Trasmigrasi dan Perumahan Rakyat (Disnakertranspera) menggelar sosialisasi Peraturan Tenaga Kerja (PTK) kepada 50 perusahaan di lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika. Sosialisasi dilakukan supaya terjadi hubungan yang harmonis antara pekerja dan pengelola perusahaan sesuai undang-undang ketenagakerjaan.

"Karena itu rohnya ada di sana,  sehingga aturan itu dibuat sebagai instrumen untuk mengatur kita sebagai pemberi kerja maupun pekerja. Istrumen itu mengatur kita supaya kita kerja itu dengan terasa aman dan nyaman," kata  Asisten III Setda Mimika, Lopianus Fakubun dalam sambutannya ketika membuka secara resmi sosialisasi tersebut didampingi Kadisnakertranspera Rony S. Maryen dan nara sumber dari perwakilan Kementrian Ketenagakerjaan Feryando Agung Sando, di Hotel Grand Tembaga, Senin (2/10.)

Menurutnya sesuai dengan UU Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan maka sebuah perusahaan harus mengikuti aturan yang sudah ada.  Instrumen aturan itu yang mengatur  bagaimana tata cara  bekerja pengelola perusahaan dan pekerja.  "Bukan cuma diperusahaan saja,  tetapi dipemerintahan juga sama.  Kalau di pemerintahan pegawainya tidak hadir selama tiga hari akan dipanggil dan kalau lebih  dari 40 hari itu  bisa dipecat," ujarnya. 

Dikatakannya,  peraturan itu dibuat untuk semua pekerja  yang punya aktivitas, baik dipemerintahan maupun perusahaan. "Jadi pada kesempatan hari ini,  saya katakan persoalan  ketenagakerjaan itu adalah persoalan pelik. Maka mari kita atur sesuai aturan, perusahaan juga kalau mau jalankan  aturan jangan main mata sebelah. Tetapi lakukan aturan sebagai panglima didalam tugas kita.  Kalau   kita lakukan dengan baik kita  akan nyaman," katanya. 

Dia mengharapkan  semua perusahaan yang berinventasi di Kabupaten Mimika  harus menciptakan hubungan kerja  yang kondusif dan harmonis dengan para pekerja 

"Anggaplah pekerja itu sahabat dan keluarga.  Jangan Karena  kepentingan, kita mengabaikan aturan. Kita tahu salah satu agenda ekonomi  nasional sekarang adalah persoalan  tenaga  kerja yang merupakan  satu indikator yang harus kita lakukan secara bersama-sama," ujarnya. 

Pada saat yang sama, Kadis Nakertranspera  Rony S. Maryen menyampaikan,  kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan dalam membahas bagaimana mencari solusi membangun hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan antara perusahaan serta pekerja. 

"Orang kalau kerja dengan hubungan harmonis berarti bisa memicu produktifitas hasil pekerjaan. Kemudian kalau dinamis berarti perusahaan harus bisa dan mampu menyesuaikan dengan setiap aturan yang baru, setiap perundingan yang dilaksanakan  antara kedua belah pihak,"ujarnya. 

Dikatakannya kegiatan tersebut pula sebagai agenda memberikan angin segar kepada pengelola perusahaan bagaimana menciptakan dan membangun kesetaraan antara pengelola perusahaan dan pekerja. 


"Karena pengusaha sebagai rekan dari pemerintah daerah. Perusahaan inikan berada di Timika dan berinvestasi dengan tujuan menumbuhkan pendapatan perkapita, menumbuhkan sektor-sektor perekononian," katanya. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment