Dispendasbud Salurkan 12 Radio SSB Pantau Guru

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) – Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Kabupaten Mimika, tahun ini menyalurkan 12 unit radio Single Side Band (SSB). SSB tersebut dibagikan ke beberapa Distrik pedalaman untuk mengawasi keberadaan guru.

Kadispendasbud Mimika, Jenni Ohestin Usmani, S.Pd,M.Pd mengungkapkan, Dispendasbud memiliki tim pengawas, tetapi tim tersebut tidak bisa melakukan pengawasan secara rutin ke setiap Distrik. Sebab selain jumlah distrik di Timika yang terbilang banyak, ada juga beberapa distrik yang jangkauannya sangat jauh. Seperti di pedalaman dan pesisir harus dijangkau menggunakan pesawat atau kapal laut.

Setiap kali tim pengawas terjun ke wilayah-wilayah tersebut, harus memakan anggaran transportasi yang cukup besar. Itulah sebabnya, melalui pengadaan radio SSB tersebut, Dispendasbud dapat mengirit anggaran dan bekerja lebih efektif.

“Kita tahun ini ada pengadaan 12 unit radio SSB untuk pantau keberadaan guru-guru kita di pedalaman. Baik di pegunungan maupun pesisir. Kita tidak mungkin setiap bulan carter pesawat atau kapal laut ke Tsinga dan Hoya. Coba kita pikir sekali jalan saja 50 juta. Dengan SSB itu kita bisa kontrol guru kita di tempat yang sangat jauh atau sulit,” ungkap Jenni ketika diwawancarai Salam Papua usai menghadiri apel HUT TNI ke 72 di halaman Kantor Pusat Pemerintahan (puspem), Kamis (5/10).

Dia Melalui radio SSB keberadaan guru dapat dipantau setiap saat. Dia mengatakan, jika dalam pantauan radio SSB, ternyata ada guru yang tidak berada di tempat tugas dalam waktu yang lama, maka akan didata dan diberikan sanksi. Karena setiap guru tersebut merupakan tanggungan dinas dan digaji dengan uang negara.

“Kalau misalnya kita cek dan mendapatkan laporan ada guru yang tidak mengabdi sampai berbulan-bulan, maka resikonya akan ditanggung,” katanya.

Ada laporan kepala Distrik Jila, banyak Guru yang mengajar di Distrik, baik PNS maupun non PNS sering meninggalkan tempat tugas. Hal tersebut membuat anak-anak sekolah terbengkalai proses pembelajarannya. Terkait hal tersebut, Jeni mengatakan, adanya radio SSB tetap memiliki keterbatasan. Perlu kerjasama seluruh Kadistrik se Mimika untuk tetap mengawasi keberadaan guru di Distrik masing-masing.

“Saya berterimakasih dengan laporan itu. Tapi saya minta jangan hanya dilaporkan ke media. Seharusnya datangi kantor saya dan laporkan dengan data yang dia miliki, supaya saya langsung menindak tegas guru bersangkutan. Kepala Distrik itu kan pemerintah juga, jadi dia wajib untuk bertindak juga. Saya sangat menghargai adanya laporan seperti itu,” katanya.

Di samping itu, Dia menjelaskan, PNS di SD Jila hanya kepala sekolahnya saja. Namun yang bersangkutan sedang menjalankan nota tugas ke wilayah kota sehingga untuk sementara tugasnya digantikan oleh guru honor. Menurut dia, dalam bulan ini akan dilakukan evaluasi dan bisa saja menempatkan kepala sekolah baru.

“Mereka itu bukan tidak menjalankan tugas, tapi karena sudah mendapatkan nota tugas ke wilayah tugas maka yang ganti sementara itu guru honor. Mereka juga dapat nota tugas sudah dari berapa tahun lalu, bukan kemarin ini,” jelasnya.

Terkait penempatan guru kontrak yang telah diangkat, semuanya telah diantar dengan penerbangan khusus. Dinas meyakinkan guru-guru tersebut telah mengabdi di tempat tugasnya masing-masing. (Acik)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment