DPRD Dukung RSUD Berbenah Menuju Tipe B

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) -  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mimika yang masih tipe C  harus terus berbenah mencapai tipe B. Fasilitas yang ada saat ini di RSUD masih dinilai kurang untuk menjadikan RSUD tersebut menjadi tipe B.

Anggota Komisi C DPRD Mimika, Philipus Wakerwa  belum lama ini mengatakan, RSUD Mimika disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Mimika  dan masyarakat kabupaten tetangga seperti Intan Jaya, Paniai, Puncak Jaya, Asmat dan juga Kaimana, Provinsi Papua Barat. Untuk itu, pelayanan kesehatan di RSUD harus lebih ditingkatkan. DPRD mendukung sepenuhnya rencana untuk mengatasi  kekurangan yang ada di RSUD.

“Kami dukung RSUD siapkan peralatan yang dinilai kurang. Kekurangan yang ada di RSUD, baik itu penaikan tipe  dan akreditasi, akan diperhatikan dan didukung oleh DPRD,” katanya.

 Philipus menjelaskan, komisi C siap mendorong RSUD RSUD menuju ke tipe B. Saat ini RSUD masuk tipe C. Dari segi peralatan dan tenaga medis, RSUD sudah bagus. Namun harus dinaikan ke tipe B  agar fasilitasnya lebih lengkap lagi, tempat tidurnya harus lebih dari 200. Sedangkan saat ini RSUD  memiliki 155 tempat tidur.

“Apabila RSUD sudah bertipe B maka fungsi pelayanan akan meningkat. Peningkatan mutu pelayanan ini juga akan diikuti oleh peralatan rumah sakit yang semakin lengkap. Tidak hanya itu, tenaga medis yang ada di rumah sakit akan ditingkatkan,” ujarnya.

Syarat syarat rumah sakit tipe B sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 340/MENKES/PER/III/2010 adalah sebagai berikut, Rumah Sakit Umum Kelas B wajib memiliki fasilitas dan kemampuan layanan medik minimal 4 Pelayanan Medik Spesialis Dasar, 4 Pelayanan Spesialis Penunjang Medik, 8 Pelayanan Medik Spesialis Lainnya dan 2 Pelayanan Medik Subspesialis Dasar.

Untuk pelayanan Gawat Darurat wajib menyediakan layanan gawat darurat 24 jam yang mempunyai kemampuan pemeriksaan awal kejadian gawat darurat, resusitasi dan stabilisasi menurut standar yang berlaku. Untuk pelayanan Medik Spesialis Dasar meliputi layanan penyakit dalam, kesehatan anak, bedah, obstetri dan ginekologi.

Untuk pelayanan Penunjang Non Klinik meliputi layanan : laundry/linen, jasa boga / dapur, teknik dan pemeliharaan fasilitas, penanganan limbah, gudang, ambulans, komunikasi, pemulasaraan jenazah, pemadam kebakaran, pengelolaan gas medik dan penampungan air bersih.

Pelayanan Medik Dasar setidaknya wajib memiliki 12 orang dokter umum dan 3 orang dokter gigi menjadi tenaga tetap.

Peralatan dalam rumah sakit tipe B wajib berstandar sesuai dengan yang ditetapkan Menteri Kesehatan. Peralatan radiologi dan kedokteran nuklir wajib berstandar menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku. pun harus memiliki tempat tidur dengan total setidaknya 200 buah.

Pelayanan Medik Spesialis Dasar masing-masing harus memiliki setidaknya 3 orang dokter spesialis dimana 1 orang merupakan tenaga tetap. Pelayanan Spesialis Penunjang Medik wajib memiliki masing-masing setidaknya 3 orang dokter spesialis dimana 1 orang dokter spesialis merupakan tenaga tetap.


Pelayanan Medik Spesialis Lain wajib memiliki masing-masing setidaknya 1 orang dokter spesialis dimana  4 orang dokter spesialis merupakan tenaga tetap di pelayanan berbeda. Sarana prasarana rumah sakit tipe B harus sesuai dengan standar yang dikeluarkan Menteri Kesehatan. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment