DPRD Pertanyakan Pesawat dan Helikopter

Bagikan Bagikan
Saleh Alhamid
SAPA (TIMIKA)-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika, yang tergabung dalam komisi A, menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Bandar Udara Baru Mozes Kilangin, Senin (23/10). Dalam sidak ini DPRD mempertanyakan pengadaan pesawat perintis dan helikopter milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika.

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Mimika, Saleh Alhamid mengatakan, sidak DPRD ini menemukan sejumlah permasalahan dan mempertanyakan pengadaan pesawat helikopter dan pesawat perintis milik Pemda. Pengadaan pesawat yang telah menelan anggaran milyaran rupiah tidak dapat difungsikan dengan baik oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika.

 Komisi A DPRD mempertanyakan, kegunaan diadakannya pesawat tersebut. Apabila diperuntukkan sebagai subsidi bagi rakyat, kemana saja pesawat ini terbang, dan hasilnya seperti apa? Apakah masuk ke Kas Daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah  (PAD) atau tidak, karena pesawat ini merupakan aset daerah.

"Bagi kami semuanya masih tanda tanya. Soal pesawat ini (helikopter), karena kalau kita lihat heli ini tidak bergerak, kalau pun beroperasi, patut dipertanyakan ke mana dan apa yang dibawa," katanya.

Pihaknya juga mempertanyakan terkait dengan pesawat yang tergelincir di Sentani beberapa waktu lalu. Ia mengungkapkan, pesawat tersebut juga harus dijelaskan, terkait dengan rute dan di mana pangkalannya sehingga bisa tergelincir di Sentani. Jangan sampai ada dugaan pesawat Pemkab untuk mensubsidi masyarakat ini di komersilkan.

Menurutnya, pesawat-pesawat ini tidak bergerak sama sekali atau tidak digunakan, padahal dana cukup besar untuk  membeli pesawat. Maka sama saja hanya membuang-buang anggaran saja, karena tidak menghasilkan pendapatan apapun bagi daerah. Dan perlu dipertanyakan, siapa yang mengurus pesawat-pesawat ini, karena kalau rusak nilai jual akan otomatis menurun.

"Pesawat ini tidak digunakan, padahal harga mahal, berarti kan ada uang  miliaran dibuang sia-sia. Dinas Perhubungan harus dapat menjelaskan permasalahan ini,” ujarnya.

Terkait dengan pesawat milik Pemda Mimika, pihaknya juga mempertanyakan pembayaran asuransi pesawat Philatus milik Pemda yang jatuh dulu. Sampai saat ini, tidak ada kejelasan terkait asuransinya. Apakah asuransi pesawat tersebut diganti dengan pesawat milik Pemda yang tergelincir di Sentani baru- baru ini atau tidak.

"Masalah asuransi pesawat ini juga tidak jelas. Semuanya masih tanda tanya bagi kami semuanya,” ungkapnya.

Selain mempertanyakan masalah dua pesawat dan juga asuransi, Komisi A juga mempertanyakan adanya nama AsiaOne Air yang  helikopter dan pesawat perintis milik Pemda, menurutnya Pemda Mimika  dalam hal ini Dinas Perhubungan harus menjelaskan, apakah pemerintah memiliki saham dalam perusahaan tersebut, atau tidak. Ini perlu dijelaskan terkait dengan perinciannya, dan bagaimana perjanjian antara Pemda dengan perusahaan terkait.

Terkait masalah pengadaan pesawat milik Pemda Mimika, dalam waktu dekat ini, DPRD akan mengundang Kepala Dinas Perhubungan untuk membahasnya. (Tomy)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment