Gubernur Papua Disambut Meriah di Asmat

Bagikan Bagikan
Gubernur Papua saat tiba di Asmat menggunakan speedboat.
 SAPA (ASMAT) -  Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos, Wakil Bupati Asmat, Wakil Ketua DPRD bersama sejumlah anggota DPRD Asmat dan Kepala Dinas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) juga warga Asmat, menyambut Gubernur Propinsi Papua, Lukas Enembe dan Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit, Senin (23/10). Tamu istimewa ini disambut meriah di Bandar Udara Ewer dengan tarian khas Asmat serta kawalan manuver perahu perang ala budaya Asmat dan percikan kapur di Dermaga tradisional Asmat.


Tampak pada saat penyambutan di Dermaga tradisional Asmat, Gubernur Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih didampingi Komandan Korem (Danrem) 174/ATW Merauke Brigjend TNI Asep Setia Gunawan beserta rombongan. Selain disambut dengan manuver perahu perang dengan posisi berdiri sejumlah warga Asmat, rombongan juga diinisiasi dengan percikan kapur dari salah seorang tokoh adat masyarakat Asmat dari rumpun suku Bismam, Soter Suru. Dan setelahnya terlihat, Gubernur Papua didampingi Bupati Asmat dan Wakil Bupati Asmat mendapat penghargaan dengan inisiasi secara adat dari kaum perempuan yang diwakili seorang mama paruh baya menyematkan topi khas kebesaran warga Kabupaten Asmat.

Lalu serempak penabuh Tifa memukul Tifa dan para penari khas Asmat mengiringi Gubernur Propinsi Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih dan sejumlah rombongan Gubernur melintasi ruas jalan tempat berlangsungnya pesta budaya Asmat ke 32 dan tempat berlangsungnya pembukaan lelang ukiran dan anyaman menuju milik Pemda Asmat, Hotel Assedu Asmat untuk istirahat.

Setelah sejenak istirahat di Hotel Assedu Asmat, Gubernur Propinsi Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih menuju arena berlangsung pesta budaya ke 32 membuka secara resmi pembukaan lelang ukiran dan anyaman.


Dari rekaman media ini, Gubernur dan Pangdam XVII/Cenderawasih sempat melihat dari dekat seni ukiran tangan Asmat dan anyaman didampingi Bupati Asmat dan wakil Bupati Asmat. Dalam pandangan sekilas itu, Gubernur propinsi Papua terpikat dengan sebuah seni ukir bercorak burung garuda dan meminta sebelum lelang digelar. Seni ukiran bercorak budaya Asmat itu diminta tanpa dilelang sama panitia. “Saya minta seni ukir burung garuda ini tidak dilelang. Dan tolong ambil. Saya mau pajang hasil seni ukir burung garudan ini di pajang di Istanan negara Propinsi Papua,” katanya. (Fidel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment