HUT Mimika Ke-21, Bupati Bersyukur dan Terus Benahi Pembangunan

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) Tepat 8 Oktober 1996 silam Mimika dari status kecamatan akhirnya dimekarkan menjadi kabupaten. Mengingat itu, Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengaku sebagai seorang pemimpin di daerah, Ia harus bersyukur dan terus membenahi pembangunan. Sebab, dahulu Mimika bukanlah apa-apa. Namun, secara perlahan dari tahun ke tahun hingga memasuki tahun 2017 ini, Mimika telah menjadi kota yang bisa bersaing dengan kabupaten lain khususnya di Provinsi Papua.

“Jujur, sebagai anak asli Mimika kami sangat bersyukur, karena dahulu Mimika ini hanya hutan balantara saja. Tapi dengan dibentuknya kabupaten sendiri, akhirnya menjadi kota yang luar biasa. Dahulu Mimika ini susah dijangkau, tapi secara perlahan itu semua menjadi terbuka,” tutur Eltinus usai memimpin upacara perayaan HUT Mimika ke-21 dilapangan Timika Indah, Senin (9/10).

Menurutnya, Mimika sebelum memasuki usai yang ke-21 pembangunannya tidak tertata baik. Maka, dengan kepemimpinanya saat ini, Mimika selanjutnya akan di tata dengan baik, mulai dari infrastruktur serta penataan kota untuk menuju kota yang selangkah lebih bagus dan maju.

Dalam perayaan hari jadi ke-21 ini, Eltinus mengatakan, sangat menyesali minimnya kehadiran masyarakat dari dua suku besar di Mimika, Amungme dan Kamoro (Amor). Meski begitu, Ia memaklumi karena persiapan perayaan HUT Mimika dilaksanakan ini tergolong singkat.

“Saya sedikit menyesal, karena hari ini (Kemarin-Red) banyak masyarakat dua suku yang tidak hadir. Tapi saya berharap tahun depan kita harus melibatkan semuanya. Persiapan HUT ini juga terlalu singkat, jadi kita tidak bisa libatkan seluruh masyarakat,” katanya.

Prosesi upacara perayaan HUT Mimika, Bupati Eltinus menjadi inspektur upacara, dan pelaksanaannya berlangsung hikmat, dihadiri seluruh kepala SKPD Pemkab Mimika, Forkopimda, ASN, TNI-Polri dan pelajar mulai SD sampai SMA.

Selain upacara pengibaran bendera, dibacakan juga sejarah terbentuknya Kabupaten Mimika oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Mimika, Ausilius You. Sebagai daerah pemekaran dari Kabupaten Fak-fak, Mimika selanjutnya pada 8 Oktober 1996 terbentuk menjadi kabupaten, dengan didasari keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) di Jayapura, disertai dengan pengambilan sumpah dan janji Drs. Titus Potereyauw selaku bupati pertama Mimika.

Acara ini juga dirangkai dengan pameran stand ekonomi pembangunan dan atraksi kreasi berupa tarian kolaborasi beberapa suku yang mendiami Kabupaten Mimika, seperti tarian adat dua suku asli Amungme - kamoro (Amor), Jawa, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku tenggara, Sumatera Barat dan suku Dayak dari Kalimantan.


Jurnalis Mimika Ikut Berpartisipasi Melalui  Donor Darah
Jurnalis di Mimika tidak ketinggalan dalam kegiatan HUT Mimika, yang mana jurnalis ikut berpartisipasi melalui kegiatan donor darah yang digelar RSUD Mimika dilapangan Timika Indah.

Jeremias Rahadat yang merupakan kontributor LKBN Antara, mengakui, mendonorkan sebagian darahnya merupakan bentuk partisipasi dalam pembangunan di Mimika. Sebab menurutnya setetes darah saja akan menyelamatkan jiwa orang lain.

“Kebetulan kita mengabdi di Mimika, berarti kita harus ikut membangun Mimika. Saya yakin banyak saudara-saudara kita khususnya di RSUD sedang membutuhkan darah. Saya ikhlas demi kemanusian,” ujar Jeremias yang akrab di sapa Jimmy ini usai mendonorkan darahnya.

Selanjutnya, Selviani Bu’tu yang merupakan jurnalis dari SKH Radar Timika, juga mengatakan ikhlas meski merasa takut bersentuhan dengan jarum. Namun baginya setetes darah tidak akan sia-sia dengan tujuan menyelamatkan sesama manusia.

“Setetes darah di HUT Mimika ini sangat ikhlas bagi saya, karena ini untuk membantu saudara dan saudari kita semua yang membutuhkannya,” kata Selvi.

Kepala RSUD Mimika, dr Evelyn mengatakan, kegiatan donor darah merupakan kegiatan yang cukup rutin dilaksanakan RSUD, terutama pada momen-momen tertentu, guna menarik minat masyarakat untuk ikut berpartisipasi.

“Sebenarnya momen seperti itu sangat bagus supaya banyak yang ikut mendonorkan darah mereka. Apalagi kalau masyarakat mau mendonorkan darah secara rutin, itu lebih baik lagi,” ujarnya.

Dalam kegiatan donor darah RSUD menyediakan sebanyak 100 kantong darah, dengan target mendapatkan pendonor sebanyak mungkin. “K alau bisa sampai sebanyak mungkin, itu lebih bagus,” ujarnya lagi.

Ia berharap melalui kegiatan donor darah ini dapat memenuhi ketersediaan darah bagi setiap pasien di RSUD. Sebab, menurutnya, ketersedian darah di RSUD saat ini masih bisa dikatakan kurang.


“Darah inikan banyak sekali komponennya, baik itu plasma nya, dan lain-lain. Kita harap ini bisa terpenuhi bagi pasien kita di RSUD,” tuturnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment