Imigrasi Mimika Diajak Bersinergi dengan Kepolisian

Bagikan Bagikan
SAPA (TIMIKA) – Wakapolres Kabupaten Mimika, A Karowa mengaku tidak mengetahui masuknya pendaki luar Mimika yang melakukan pendakian ke puncak Cartenz. Dia baru tahu dari pemberitaan di media lokal Mimika atas meninggalnya pendaki asal Jakarta Barat tersebut.

Terlepas dari jabatannya sebagai Wakapolres Mimika, Dia mengungkapkan, setiap pendatang yang hendak mendaki ke puncak Cartenz wajib melaporkan diri kepada imigrasi Mimika. Untuk itu, imigrasi harus bersinergi dengan pihak kepolisian agar bisa saling memberi informasi.

“Kalau si pendaki itu melaporkan diri ke Imigrasi dan imigrasi menjalin komunikasi bersama kepolisian, maka akan diatur pengamanan si pendaki tersebut. Kita juga baru mengetahui setelah ada pendaki yang meninggal,” ungkap Karowa saat ditemui Salam Papua di Bobaigo, Keuskupan Timika, Jalan SP 2, Rabu (11/10).

Pemerintah Daerah (Pemda) melalui aparat hukum wajib melindungi setiap wisatawan yang mengunjungi tempat wisata di Mimika termasuk puncak Cartenz. Oleh sebab itu, setiap pendatang dengan tujuan tertentu seperti pendakian, wajib melaporkan diri. Sehingga keberadaannya di Mimika bisa dilindungi.

“Kalau dia lapor, kita bisa tahu kepentingannya apa. Kalau dia mau ke Tembagapura, kita bisa cek apakah dia sehat atau tidak? Dengan demikian kita bisa atur safety-nya ke sana seperti apa?,” tuturnya.


Sebelumnya diberitakan seorang guide pendakian di Puncak Cartenz, Ahmad Hadi (34), meninggal dunia pada Senin (9/10). Korban meninggal karena kekurangan oksigen (hipoksia). Korban kemudian dievakuasi tim Basarnas Mimika yang dibantu oleh Emergency Response Group (ERG) PT Freeport Indonesia pada Selasa (10/10). Setelah divisum di RSUD Mimika, korban diterbangkan ke daerah asalnya di Jakarta pada Selasa (10/10) siang. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment