Jalan Rusak Parah Hambat Siswa-Guru ke Sekolah

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Akses jalan menuju Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) VI Mimika Jalan IrigasI, Kabupaten Mimika dalam kondisi rusak parah. Kerusakan akses jalan itu menghambat sejumlah siswa dan guru setiap hari melintasi jalan itu.

"Sangat sulit menuju sekolah dan pulang sekolah. kita yang menggunakan motor pun sangat kesulitan. Apalagi jalan itu pada saat hujan becek sekali. Banyak guru dan siswa yang pernah jatuh," kata salah satu siswa kelas XI, Armianto di SMAN VI, Jum’at (6/10).

Senada dengan Armianto, Sekertaris Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Irianto mengatakan, rusaknya jalan menuju sekolah menjadi peyebab kurangnya kendaraan umum yang bisa membantu siswa ke sekolah dan pulang sekolah.

"Jarak dari sini ke jalan raya cukup jauh. Tidak ada pangkalan ojek. Walaupun ada ojek, mereka tetap berfikir duakali sebelum mengantar siswa. Jadi sangat kasihan," ujarnya.

Selain itu, jalan yang kerap kali mengalami kebecekan itu , mengakibatkan siswa pejalan kaki harus berhati-hati. Pasalnya, cipratan air bisa mengotori seragam.

"Teman-teman yang jalan kaki harus mengangkat celana atau roknya saat kebanjiran untuk tiba di sekolah dan pulang sekolah. Terkadang ini membuat teman-teman menjadi malas," katanya.

Sementara,  Dinda Nurul Rinawati ketua Osis SMAN VI  itu mengatakan, perlu kesabaran untuk bisa sampai di sekolah. Pasalnya  jalan yang rusak itu kerap mengalami kebanjiran.

"Aksesnya kurang memadai. jalannya rusak parah. Tapi mau diapakan? kita harus lewat jalan itu. Apalagi ada guru kami yang masih hamil naik motor. Tentu sangat membahayakan," katanya.

Dinda berharap, pemerintah secepatnya memperbaiki kerusakan jalan menuju sekolahnya, sehingga siswa bisa nyaman saat akan menggali ilmu di sekolah itu.

"Kami minta jalannya diperbaiki terlebih dahulu. Karena kalau upacara kami harus berdiri di becekan. Dengan begitu kami semua bisa tenang," harapnya.

Sementara itu, Kepala SMA N VI Mimika, Wilem Nauw mengaku telah berkoordinasi dengan kepala lurah yang memiliki domain terkait jalanan itu.

"Walaupun kami sekolah, kami sadar berada dimana. Jadi kami sudah melakukan musyawarah pembangunan dengan kepala lurah di kantor camat Mimika Baru tentang pengusulan perbaikan infrastruktur jalan,” katanya.

Wilem mengaku   guru-guru dan para siswa di sana sudah bersahabat merasakan susahnya menuju sekolah saat musim hujan.

“Karena kondisi jalan rusak ini sudah lama, jadi kami semua sudah terbiasa menghadapinya,” ujarnya.

Dia  berharap, pemerintah segera memperbaiki kerusakan jalan di wilayah itu. Karena jika diperbaiki, selain memberikan kenyamanan bagi warga, para siswa juga akan nyaman saat menuntut ilmu.

“Sekiranya pemerintah pusat atau pemerintah daerah memperhatikan ini. Dengan begitu, mutu pendidikan bisa membaik,” harapnya. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment