Jenazah Briptu Berry Dikirim ke Bengkulu

Bagikan Bagikan
Pelepasan Jenazah Briptu Berry Pramana Putra di Bandara Mozes Kilangin.
SAPA (TIMIKA) - Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon mengatakan, jenazah anggota Brimob Batalyon B Timika, Briptu Berry Pramana Putra, korban penembakan di Kali Bua, Senin (23/10) diberangkatkan ke kampung halamannya di Bengkulu.

"Jenazah Berry akan di berangkatkan ke Bengkulu pada siang hari," kata Kapolres Mimika saat ditemui di Jalan Budi Utomo, Senin (23/10).

Upacara pelepasan Jenazah Briptu Berry Pramana Putra dipimpin Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar dan dihadiri Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon, Danyon B Brimob Kompol Irfan Dody, ibu-ibu Bhayangkari Brimob Timika dan Polres Mimika.. Pelepasan tersebut berlangsung di Bandara  Internasional Mosez Kilangin Timika, Senin (23/10). Jenazah Briptu Berry diterbangkan menggunakan pesawat Garuda GA-655 tujuan Makasar-Jakarta.

Pantau Salam Papua,  sebelumnya jenazah Briptu Berry Pramana Putra disemayamkan di Mako Brimob Den B Pelopor Timika di MP 32 dan selanjutnya diarak menuju bandara untuk upacara pelepasan jenazah.  Almarhum meninggalkan istri yang dalam kondisi hamil.

Menurut Kapolres,  satu anggota korban luka tembak dibagian perut, Bharada Alwi akan diberangkatkan ke RS Kramat Jati.  Sementara dua anggota Brimob yang mengalami luka tembak yaitu Brigpol Mudafol yang terkena dibagian kaki dan Bharada Alwin terkena dibagian perut serta sepihan peluru mengenai lambung dan kandung kemih sejak Sabtu (21/10) dirawat di Rumah Sakit Tembagapura.

Kapolres mengatakan kontak senjata antara satuan Brimob dibantu TNI dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di area perbukitan yang ada di kampung Utikini, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, masih berlanjut.

"Jadi untuk situasi terakhir daerah Tembagapura khususnya daerah perbukitan di kampung Utikini sementara ini pasukan masih berjaga-jaga di sekitar kaki bukit dan juga masih ada balas membalas tembakan dari kedua belah pihak," kata Victor.


Victor juga mengatakan kontak tembak yang terjadi sejak Sabtu (21/10) tersebut antara aparat keamanan Polri dan TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Vital Nasional (Satgas Amole) dengan KKB pimpinan Sabinus Waker dan Ayub Waker yang berada di sekitar pegunungan Utikini.

Vicktor menduga bahwa KKB yang melakukan kontak tembak dengan aparat keamanan tersebut terdiri dari tiga sampai empat kelompok kecil yang bergabung bersama kelompok pimpinan Ayub dan Sabinus Waker untuk melakukan gangguan keamanan di sekitar area Tembagapura.

Namun, ia belum dapat mengkonfirmasi terkait jumlah personil dan kekuatan senjata yang dimiliki oleh KKB tersebut termasuk sejumlah barang bukti yang diperoleh aparat ketika melakukan pengejaran kepada KKB pada Sabtu (21/20).

"Ada barang bukti misalnya senjata tetapi belum bisa kami sampaikan karena masih dalam proses identifikasi," ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa anggota KKB yang melakukan teror dan baku tembak dengan aparat kemanan di sekitar perbukitan di kampung Utikini diperkirakan hanya sedikit orang.

"Sebenarnya kekuatan kecil hanya memang kondisi geografis yang memang cukup berat dan juga posisi kelompok ini yang menguntungkan pihak lawan karena mereka berada di ketinggian," ujarnya.
Sementara itu terkait penambahan personil menurut Viktor sejak Minggu pihaknya telah mengirim personil tambahan dan akan terus ditambahkan sesuai dengan kondisi.

"Untuk penambahan pasukan ada sejak kemarin (22/10) dan juga disiagakan di sekitar Utikini. Dengan melihat perkembangan situasi kami akan menambah pasukan," ucapnya.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menangkap KKB yang melakukan aksinya di area sekitar Tembagapura karena telah menggangu keamanan dan ketertiban seperti melakukan pengejaran yang akhirnya meyebabkan korban dari pihak aparat dan diduga juga dialami oleh KKB.

Sementara ini area Tembagapura masih terisolir, akses jalan darat dari Timika-Tembagapura masih ditutup sejak Sabtu (21/10) dengan alasan keamanan.

Akses jalan darat kemungkinan akan dibuka kembali jika situasi kemanan sudah kondusif. "Tentu komitmen kita untuk menangkap mereka karena sudah menggangu ketertiban umum salah satunya upaya-upaya kita dengan melakukan pengejaran oleh anggota kami kendati ada korban dari pihak kita juga," ujarnya. (Ricky Lodar/Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment