Keluarga Wehelmus Blessia Temui Polisi Tanyakan Pengembangan Kasus

Bagikan Bagikan
Pertemuan keluarga Wehelmus Blessia dengan wakapolres Mimika dan Kapolsek Miru
SAPA (TIMIKA) - Keluarga almarhum Wehelmus Blessia (49), korban pembunuhan sadis Jalan Freeport Lama, Disktrik Kwamki Narama, Sabtu (21/10), mendatangi Polsek Miru mempertanyakan perkembangan kasus pembunuhan tersebut.

“Keluarga korban meminta dan ingin tahu sejauhmana polisi telah bekerja dan ini adalah pertemuan yang ke tiga kalinya,” kata Wakpolres Mimika Kompol Arnolis Korowa saat ditemui Salam Papua usai pertemuan dengan keluarga korban di Polsek Miru, Selasa (24/10).

Wakapolres menjelaskan, keluarga korban meminta kepada pihak kepolisian secepat mungkin mengungkapkan dan menangkap pelaku pembunuhan. Sehingga pelaku tersebut dapat mempertanggungjawabkan perbuatanya baik secara hukum adat maupun hukum positif.

“Polisi terus bekerja untuk mendapatkan dulu siapa pelaku. Dari hasil olah TKP maupun semua yang kita jadikan saksi dari situ kita akan mencari sampai mengungkapkan siapa yang diduga melakukan tindakan kriminal ini . Kita polisi tetap melihatnya sebagai satu tindakan kejahatan, tindakan kriminal yang telah menghilangkan nyawa orang konsekuensinya adalah hukum positif, hanya itu,” jelas Wakapolres.

Dia mengatakan, saat ini jenazah korban sudah dimakamkan oleh pihak keluarga. Korban dikenal sangat baik dan sudah lama bekerja sebagai supir di Kwamki Lama.
“Korban ini orangnya sangat baik dan sudah lama dia mengantar penumpang keluar masuk Kwamki Lama,” kata Korowa.

Seperti di beritakan sebelumnya Wehelmus Blessia (49) ditemukan tewas di Jalan Freeport Lama, Kwamki Narama sekitar pukul 08.30 WIT, Sabtu (21/10). Korban tewas diduga dibunuh karena ditemukan luka di bagian kepala dan leher.

Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan kepada wartawan menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, pada Jumat (20/10) berkisar pukul 22.30 WIT, saksi bertemu dengan korban di belakang bengkel Jalan Ahmad Yani.


Saat itu, korban tengah duduk-duduk bersama tujuh orang. Selanjutnya, Sabtu (21/10) dini hari, sekira pukul 01.30 WIT, saksi melihat korban pergi bersama dengan tujuh orang tersebut. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment