Keluhan Warga Soal Kondisi Jalan di Timika

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Perbaikan atau pemeliharan jalan di Kota Timika dan sekitarnya, dianggap masih sangat minim. Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat kondisi sejumlah jalan yang kondisinya sangat memperihatinkan itu. Misalnya saja disekitar lampu merah Jalan Hasanuddin, Ki Hajar Dewantara, dan Yos Sudarso. Sebagian besar di jalan-jalan tersebut mengalami kerusakan yang bisa saja mengancam keselamatan pengguna jalan.

Terkait hal ini, terdapat keluhan dari sejumlah warga Kota Timika. Salah seorang pengendara sepeda motor yang merupakan warga Kota Timika, mengatakan pemerintah perlu memperhatikan jalan-jalan yang kondisinya sudah rusak.

“Banyak jalanan di wilayah ini sudah pada rusak, hal ini karena kurangnya perhatian pemerintah daerah dan perbaikannya yang minim,” ujar Arfan, salah satu pengendara pengguna jalan umum.

Lebih lanjut, Arfan yang merupakan warga Jalan Hasanuddin ini mengatakan, seperti kondisi jalan ditikungan depan Kantor Grapari Telkomsel, itu menimbulkan berbagai persoalan. Misalnya saja, kata Arfan, Ia harus merogoh kocek dalam-dalam untuk memasukkan sepeda motornya ke bengkel untuk di servis.

“Banyak pengguna jalan yang harus membawa motornya ke bengkel. Baik karna bannya bocor atau masalah lainnya,” katanya.

Senada dengan Arfan, seorang warga lainnya bernama Andre, juga mengatakan terkait kondisi jalan diseputaran Kota Timika perlu adanya upaya untuk menjaga kesehatan kendaraan roda dua yang dimiliki. Jika tidak, akan berakibat fatal. Ini karena saat berkendara, tentunya akan ada perubahan, baik di bagian mesin maupun onderdil lainnya. Itu merupakan dampak dari kondisi jalan yang tidak bagus.

“Jalan ini bisa menimbulkan bahaya. Setiap hari saya mengangkut penumpang. Apalagi banyak jalan yang semennya bocor. Kalau tidak merawat motor dengan baik, pasti motor kita akan cepat masuk bengkel,” kata Andre.

Tidak hanya itu, seorang warga bernama Erwin juga menambahkan, masalah kondisi jalan yang tidak bagus, untuk wilayah Kabupaten Mimika bukan lagi menjadi hal yang baru. Sebab, setiap kali ada perbaikan, apalagi itu menggunakan semen dan bukan aspal, maka jalan yang diperbaiki tersebut tidak bertahan lama.

“Terkadang kami rasa iri pada daerah lain yang memiliki akses jalan yang cukup bagus. Tetapi, nasib kami sebagai warga Timika begini sudah. Setiap kali ada perbaikan, pasti akan rusak lagi,” ujar Erwin.

Ia berharap, perbaikan jalan yang akan dilakukan pemerintah dalam hal ini dinas melalui kontraktor, harusnya menggunakan bahan berkualitas tinggi serta sesuai dengan anggaran yang dimiliki.

“Kota kita pasti punya anggaran terkait jalan disini. Setidaknya jalan bisa diperbaiki dengan berbahan berkualitas,” harapnya. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment