Kemenag Kesulitan Kontrol Pendirian Tempat Ibadah

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) - Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Mimika, Utler Adrianus mengatakan, secara keseluruhan di Kabupaten Mimika terdapat 34 dedominasi gereja khusus Kristen, dengan jemaat masing-masing. Namun, di antara jemaat-jemaat yang ada, juga mendirikan gereja tanpa adanya koordinasi, sehingga itu sulit untuk di kontrol.

"Sulit untuk kita kontrol soal pendirian gereja, karena jemaat-jemaat ini juga bangun gereja tanpa koordinasi, tiba-tiba sudah ada gereja," kata Utler Adrianus saat ditemui Salam Papua di Kantor Kemenag Kabupaten Mimika, Jalan Yos Sudarso, Selasa (9/10).

Tetapi, menurutnya, apabila pendirian gereja sesuai dengan peraturan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kemenang nomor 8 dan 9, maka ada syarat yang harus dipenuhi untuk mendirikan gereja. Minimal ada 90 orang dewasa dan masyarakat sekitar harus setuju, kalau tidak setuju maka sebaiknya tidak di bangun. “Untuk apa dibangun kalau nanti tidak digunakan,” ujarnya.

Selanjutnya, setiap pembangunan gereja harus ada Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dikeluarkan oleh instansi terkait. Dan untuk memperoleh IMB, ada juga beberapa persyaratan seperti diantaranya sertifikat tanah tidak bermasalah dan dimana tempat atau lokasi akan dilakukan pembangunan gereja.

“Apabila berada di poros jalan, berapa meter dari jalan. Setelah beberapa persyaratan lengkap, maka IMB bisa keluar," katanya.


Tetapi, yang terjadi selama ini, kata dia, kebanyakan masyarakat setelah membangun baru IMB di urus belakangan. “Padahal, sebenarnya harusnya IMB duluan baru di bangun,” ujarnya. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment