Kepala Kampung Bekerja Keras Tak Terprovokasi Hasutan Negatif

Bagikan Bagikan
Sejumlah kepala kampung saat bertemu di rumah Bupati Asmat.
SAPA (ASMAT) – Dihadapan 11 Kepala Kampung dari kawasan Distrik Fayit, Kabupaten Asmat, Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos meminta agar bekerja keras memajukan kampung dan mendahulukan kepentingan warga dari kepentingan keluarga sendiri. Para kepala kampung di ajak menjaga keamanan kampung serta tidak terprovokasi dengan hasutan kelompok-kelompok yang ingin mengacaukan keamanan di kampung-kampung.

“Saya minta dengan hormat para kepala kampung bekerja keras membangun kampung dan mendorong anak-anak sekolah. Saya sudah dengar ada orang-orang yang menghasut warga dengan mencekoki pikiran warga dengan hal-hal yang aneh-aneh di kampung. Jadi, saya minta kepala kampung tidak terprovokasi dengan kelompok-kelompok itu,” katanya sebelum mengajak para kepala kampung itu sarapan pagi bersama di Kediaman Bupati Asmat, Kamis (26/10) pagi.

Dalam dialog dengan 11 kepala kampung itu, Bupati Asmat menegaskan, jika setiap orang tua di kawasan itu sudah menyekolahkan anak sampai professor, orang tua bisa menanam padi, jagung dan SDM sudah mumpuni tidak bermasalah. Kondisi riil yang terjadi saat ini, warga kampung sudah tidak lagi makan sagu, sementara belum bisa menanam padi dan anak-anak belum ada yang tamat sarjana.

“Saya minta sekali lagi kerja keras bangun kampung dan mendorong warga bisa mandiri. Itu yang paling penting dan jangan terpengaruh dengan orang-orang yang mengajak dan menghambat kemajuan di kampung. Kita sedang dorong dan membangun kampung sesuai kebutuhan kongkrit warga dengan pembangunan rumah. Melaksanakan perhatian khusus kepada ibu-ibu hamil dengan program 1000 hari kehidupan pertama manusia. Jadi, ibu-ibu hamil sampai anak berumur empat lima tahun diberi makan tambahan supaya anak-anak kita kedepan di Asmat cerdas dan pintar. Itu yang sedang saya dan Tom (Wakil Bupati-Red) dorong pembangunan yang kongkrit di Asmat untuk pembangunan manusia disamping pembangunan infrastruktur di kampung-kampung,” katanya.

Dari rekaman media ini, 11 kepala kampung dari Distrik Fayit itu diberikan kesempatan dari hati kehati menyampaikan uneg-uneg mereka kepada Bupati Asmat. Mereka mengakui kalau hanya satu dua orang saja yang menghasut warga untuk berpikiran yang aneh-aneh.

“Pa bupati, itu hanya satu dua orang saja. Dan dia hanya pengaruhi satu kampung di Kampung Waras. Dan hal ini sebenarnya akibat dari kepala distrik tidak pernah berada di tempat. Jadi, kami minta kalau bisa kepala distrik kami diganti. Kami lebih suka kepala distriknya orang dari luar dari pada anak-anak sendiri. Tolong kami dibantu dengan menempatkan kepala distrik dari suku lain,” kata salah satu kepala kampung diamini serempak 10 kepala kampung lainnya: “Itu kami sangat setuju pa bupati, itu betul, tolong ganti kepala distrik kami.”

Selain itu, ke 11 kepala kampung itu meminta Bupati Asmat membantu sarana transportasi berupa viber (Perahu-Red) untuk memudahkan pelayanan kepada warga di kampung-kampung. “Pa bupati kalau bisa tolong bantu kami viber. Sehingga, ketika kami dipanggil ke kota atau melayani warga ada sarana yang mendukung pelayanan kepada masyarakat.”


Menanggapi permintaan itu, Bupati Asmat meminta mereka mendaftar kebutuhan soal viber itu. “Saya sudah bantu toh viber. Siapa yang belum? Jadi, yang belum ada saja yang masukan daftar yah. Dan saya minta kamu semua nanti datang lagi sesudah saya balik dari mengikuti acara penutupan ekspedisi NKRI di Merauke 28 Oktober 2017 mendatang. Dan saya dari Merauke ikut kegiatan di propinsi. Jadi kamu semua datang untuk menerima viber yang kamu minta. Tapi saya minta kamu jangan jual lagi kepada orang lain, ya. Sampai saya dengar,  kamu dapat ini,” katanya sambil menunjuk kepalan tangannya dan disahut para kepala kampung itu dengan tertawa lebar. (Fidel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment