Kinerja Pimpinan LPMAK Dipertanyakan

Bagikan Bagikan
Nalio Jangkup
SAPA (TIMIKA) - Tokoh pemuda Amungme Nalio Jangkup mempertanyakan kinerja kepemimpinan Sekretaris Eksekutif (SE) LPMAK Abraham Timang yang sudah menjabat selama dua tahun, tetapi tidak menjalankan program pengembagan ekonomi masyarakat. Dalam hal ini Usaha Kecil Menengah (UKM).

“Sejak terjadi pergantian pimpinan LPMAK yang sekarang sudah masuk dua tahun kepemimpinan Abraham Timang  beberapa program pengembangan ekonomi, kesehatan dan pendidikan mengalami vakum,” kata Nalio saat ditemui di Jalan Budi Utomo, Rabu (25/10).

Nalio menjelaskan, program-program tersebut tidak berjalan dengan baik  sehingga perlu dievaluasi kepemimpinan yang ada di LPMAK.

“Saya berharap ada evaluasi untuk  mengetahui kenapa sampai terjadi seperti begini. Apalagi selama dua tahun ini tidak ada penerimaan peserta usaha kecil yang baru,” kata Nalio.

Nalio menyayangkan ditengah kevakuman beberapa program kerja LPMAK, saat ini seluruh pegawai LPMAK ternyata berangkat ke Jayapura dan mengikuti kegiatan yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan pengembangan masyarakat. Program tersebet hanya menghabiskan anggaran  dan tidak memberikan manfaat sedikitpun kepada masyarakat Amungme, Kamoro dan lima suku kekerabatan.

“Mereka ada ikut sekolah militer outbound di Jayapura. Kami melihat kegiatan itu  tidak ada keuntungan bagi masyarakat  dan juga  tidak ada keuntungan dalam upaya pengembangan masyarakat,” kata Nalio.

Nalio menegaskan jika LPMAK tidak bisa bekerja dengan baik untuk mengelola dana yang di peruntukan kepada masyarakat, maka dirinya meminta kepada PT Freeport Indonesia untuk berhenti menyalurkan dana ke masyarakat melalui LPMAK .

“Kami minta agar LPMAK ditutup saja, biar Freeport  langsung dikelola dana yang ada untuk masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya keberangkatan seluruh staf dan pimpinan LMPAK ke Jayapura untuk mengikuti kegiatan di Rindam juga telah merugikan masyarakat  karena pelayanan di Kantor LPMAK  vakum selama satu minggu.


“Kantor LPMAK tidak ada pelayanan, tak ada orang di kantor, semua ke Jayapura dan ini sangat merugikan masyarakat Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan,” kata  Nalio. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment