Komisi C Sambangi Dinas PU

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) Anggota Kimisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mimika menyambangi Kantor Dinas Pekerjaan Umum. Mereka mengecek sejauh mana  perkembangan proyek air bersih yang dikeluhkan warga masyarakat. Karena warga menilai belum menikmati hasil proyek air bersih itu. Dan sejauh mana pula progres  proyek-proyek  prioritas pada tahun ini.

Anggota DPRD Komisi C itu dipimpin  Wakil Ketua Komisi C,  Philipus Wakerkwa didampingi anggota Thadeus Kwalik, Yohanis Wantik, dan Yulius Kum. Keempat anggota Komisi C tersebut  disambut sendiri Kepala Dinas Pekerjaan Umum Robert Mayaut bersama jajarannya  dan menggelar  pertemuan bersama anggota DPRD Mimika.

Dari data yang dihimpun media ini, dalam pertemuan itu  Wakil Ketua Komisi C  Philipus Wakerkwa  mempertanyakan proyek air bersih yang sampai saat ini belum dinikmati masyarakat serta  sejumlah proyek yang menjadi program prioritas DPU Mimika pada tahun ini.

“Kedatangan kami kesana  hanya  mempertanyakan kebenaran  informasi dari masyarakat yang mengeluh soal  proyek air bersih, dimana sebelumnya dikatakan bahwa tahun 2017 sudah bisa dinikmati warga masyarakat. Kemudian, kami mempertanyakan progres proyek prioritas tahun ini,” katanya kepada wartawan usai pertemuan dengan Kepala Dinas PU Robert Mayaut, di Pusat Pemerintahan, SP III, Rabu (4/10).

Menurutnya maksud kunjungan Komisi C ingin mengetahui hambatan apa saja yang dialami Dinas PU dalam menangani proyek-proyek yang ada. Supaya antara pihak eksekutif dan legislatif bisa duduk bersama memikirkan bagaimana solusinya. Sehingga, semua proyek yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat umum bisa dipercepat.

“Dari kunjungan ini kita mau supaya ada solusi yang terbaik untuk menyelesaikn persoalan yang ada,” katanya.

Menjawab wartawan Robert Mameyau mengatakan, mengenai program air bersih PU bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia dalam perencanaannya untuk  1000 rumah. Namun ada kendala pada kekuatan pompa air yang kurang maksimal. "Jadi kekutan pompa dorong tidak sampai ke Timika. Sehingga kita harus bangun lagi penampung di Pasar SP2.  Supaya penampungan di SP 2 bisa mendorong  air bisa lebih kuat. Persoalannya tidak ada mesin yang kuat dorong dari Pomako ke Timika,” katanya.

Robert mengaku tentang masalah itu sudah berkoordinasi dengan PT Freeport Indonesia untuk melakukan uji coba pada bulan Februari 2018 mendatang. Mulai dari kuala Kencana. Dari rencana semula proyek air bersih ini bisa rampung biayanya diperkirakan sekitar Rp 350 miliar. Namun Freeport Indonesia yang akan mengambil air bakunya dari daerah Kuala Kencana termasuk Instalasi Pengolaan Air (IPA).

"Sementara pemerintah tinggal pasang menuju  ke Timika. Hanya untuk mendorong air sampai ke Timika membutuhkan mesin yang mempu mendorong air sampai Timika.  Oleh karena itu konsultan PTFI dan PU kita berembuk untuk membuat penampung. Jadi setelah jadi,  kita berharap sudah bisa penyambungan sekitar 500 sambungan," katanya.


Menyikapi soal proyek prioritas kata Robert, diantaranya proyek Jalan Cendrawasih yang menggunakan dua sumber dana,  yakni APBD dari Provinsi dan  APBD Kabupaten Mimika. Kemudian Aspal Jalan Hasanudin juga akan dilakukan pada tahun ini dilengkapi dengan penerang jalan solar cell dan taman.Sekaligus simpang Budi Utomo SP1 yang dilengakpi dengan lampu jalan dan trotoar. Selain itu ada juga perencanaan untuk pembangunan jalan dari simpang Pelra,Gorong-Gorong, sampai mile 32. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment