Kondisi Puskesmas Mapurujaya Sangat Memprihatinkan

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Keadaan Puskesmas Mapuruja yang berada di Kampung Poumako Distrik Mimika Timur sangat memprihatinkan. Puskesmas yang melayani rawat ini, bangunannya tidak layak digunakan lagi. Tidak hanya itu, mobil ambulans dan puskesmas keliling juga tidak layak dioperasikan.

Di saat kunjungan anggota DPRD komisi C Kabupaten Mimika, Petugas tenaga medis Puskesmas Mapurujaya, Paulina Anggiluli menyampaikan keluhannya terkait fasilitas kesehatan.

Paulina mengatakan, mobil ambulans dan mobil puskesmas keliling yang ada rusak parah sehingga tidak layak pakai dan hanya ditutupi triplek. Itu sebabnya, Puskesmas Mapurujaya saat ini membutuhkan dua kendaraan tersebut.

“Saat ini petugas medis memanfaatkan mobil milik warga. Termasuk juga bangunan puskesmas yang sangat memprihatinkan,” kata Paulina kepada wartawan Salam Papua di Puskesmas Mapurujaya, Selasa (3/10).

Dia mengungkapkan, Puskesmas Mapurujaya hanya memiliki satu dokter gigi dan satu dokter umum. Namun untuk dokter umum yang dimaksud saat ini tidak bekerja karena melanjutkan studi. Sedangkan untuk tenaga medis lainnya berjumlah 87 orang.

“Saat ini Dokter tetap belum ada. Sedangkan tenaga medis sebanyak 87 orang terdiri dari petugas  Sukarela 21 orang, tenaga kontrak 17 orang dan Pns 40 orang,” ungkapnya.

Philipus Wakerkwa pimpinan kunjungan Komisi C DPRD Kabupaten Mimika mengatakan, kunjungan kali ini merupakan yang kedua. Sedangkan pada kunjungan yang pertama DPRD pernah berjanji membangun puskesmas tersebut, namun belum terealisasi.

“Pada kunjungan pertama DPRD berjanji akan  membangun puskesmas Mapurujaya dengan bangunan lantai 2. Namun nyatanya masih belum ada realisasi,” katanya.

Menurut dia, Puskesmas Mapurujaya seharusnya menjadi puskesmas percontohan. Karena merupakan Puskesmas rujukan untuk wilayah Poumako. Namun hal tersebut sampai saat ini belum terwujud melihat kondisinya yang tidak mendukung. Anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk pembangunan puskesmas tersebut tidak terealisasi tapi dialihkan ke yang lain.

“Anggaran  untuk pembangunan Puskesmas tahun 2016 sebesar 9 miliar. Namun, anggarannya dialihkan ke pembangunan lain. Hal ini tidak bisa dibiarkan seperti ini terus,” ujarnya.

Dalam pantuan Salam Papua di Puskesmas Mapurujaya, ruang bersalin yang ada sangat memprihatinkan. Ruangannya sempit hanya dengan ukuran 3 x 4 meter. Padahal setiap minggunya ada saja warga yang melahirkan.


Tidak hanya itu, bangunan yang terbuat dari papan dan triplek ini sudah rusak dan berlobang. Kondisi di ruang emergency atau IGD juga tidak kalah memprihatinkan. Ada juga sejumlah ruangan sempit yang tidak layak digunakan lagi apalagi untuk medis atau kesehatan. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment