Kontraktor Diminta Lihat Kualitas Pekerjaan

Bagikan Bagikan
Mathius U. Yanengga.
SAPA (TIMIKA) - Anggota Komisi A DPRD Mimika, Mathius U. Yanengga meminta kepada seluruh kontraktor yang terlibat dalam pembangunan di Kabupaten Mimika, agar dalam mengerjakan proyek harus mengutamakan kualitas pekerjaan dari pada mengejar target. Hal ini disebabkan, DPRD menemukan adanya sejumlah proyek yang pengerjaannya hanya asal-asalan.

Berdasarkan kalender yang berjalan dan sudah menunjukkan akhir tahun 2017, kata Mathius, pihaknya meminta kepada SKPD atau dinas terkait dan kontraktor, tidak mengerjakan suatu pekerjaan fisik secara buru-buru. Jika itu dilakukan, maka akan terkesan meninggalkan pekerjaan yang tidak berkualitas.

“Jadi kami DPRD akan turun ke lapangan dan memantau pekerjaan fisik. Apabila ada penemuan maka kita akan panggil kontraktor bersangkutan supaya mempertanggungjawabkan. Karena tugas kami dewan, itu salah satunya melakukan pengawasan,” kata saat ditemui di Gedung DPRD Mimika, Selasa (30/10).

Pekerjaan fisik atau pembangunan yang ada di Mimika dan menggunakan uang Negara, menurutnya, harus dikerjakan dengan benar. Jangan hanya demi mengejar target waktu tetapi tidak diperhatikan kualitas hasil dan pekerjaan yang dikerjakan.

Ia mencontohkan temuan pekerjaan yang hasilnya asal-asalan, yaitu pembangunan Puskesmas Iliale, di Kampung Karang Senang - SP 3. Pembangunan dengan menggunakan anggaran tahun 2016 sebesar Rp2 miliar, pembangunannya telah selesai namun tidak sampai satu tahun dindingnya sudah retak.

“Ini merupakan salah satu kasus yang kami temukan. Saya yakin tahun ini pekerjaan yang sedang jalan asal-asalan saja. Hal ini akan terjadi karena sudah masuk tahun politik, sehingga banyak orang tidak melihat kualitas tetapi mereka akan melakukan bagaimana mengerjar target,” katanya.

Melihat kondisi ini, kata dia, DPRD akan melakukan pengecekan profil kontraktor yang ada di Dinas Pekerjaan Umum (PU). Apabila ada kontraktor yang pekerjaannya tidak jelas, maka Dinas PU harus mem-blacklist. Apabila hal itu tidak dilakukan, DPRD  akan ke gabungan pengusaha seluruh Indonesia (Gapensi) untuk melakukan blacklist

“Apabila di lihat, mereka kontraktor hanya mencari keuntungannya saja. Hal ini sudah kita temukan seperti pengerjaan puskesmas di Iliale,” ujarnya. (Tomy)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment