Kontraktor Papua Jadi Penonton di Timika

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Salah satu Tokoh Masyarakat Kamoro dan juga Wakil Ketua III Lemasko Bidang Kemitraaan Marianus Maknaipeku menyayangkan pengusaha dan kontraktor asli Papua terlebih khusus Mimika tidak dilibatkan dalam pengerjaan proyek-proyek pembangunan di Mimika. Pengerjaan  proyek disapu bersih kontraktor non Amor.

"Saya selaku Putra Mimika yang tergabung di dalam Gapensi sangat sesalkan, Gapensi Mimika tidak ambil bagian dalam pembangunan di Mimika. Kontrkator Papua hanya jadi penonton,” katanya saat ditemui Salam Papua di bilangan jalan Budi Utomo, Selasa (3/10).

Marianus menyebutkan, anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan di Mimika mencapai 3 Triliun. Seharusnya anggaran tersebut bisa dibagi rata untuk kontraktor-kontraktor yang tergabung dalam Gapensi Mimika sebagai mitra Pemerintah dalam pelaksanaan proyek-proyek. Namun, Sayangnya pembangunan tahun ini telah masuk pada tahap penghujung tahun, tetapi kontraktor asli Mimika tidak mendapat porsi dalam pembangunan di Mimika.

"Tahun ini kami (kontraktor putra daerah) tidak mendapatkan bagian pembangunan, sedangkan dana triliunan rupiah dialokasikan untuk  pembangunan di Timika," ujarnya.

Ia menjelaskan, banyak proyek-proyek besar yang ada di Timika tapi hanya ditangani beberapa kontraktor. Hal tersebut sangat miris ketika kontraktor Amor hanya sebagai penonton di negerinya sendiri.

"Proyek besar besar yang ada di Timika tetapi hanya satu dua orang yang memegang proyek-proyek itu. Apakah kita yang tuan rumah menjadi penonton di negeri kita sendiri," jelasnya.

Dia berharap, Bupati Mimika Eltinus Omaleng, SE. MH sebagai anak Mimika bisa melihat persoalan tersebut dan memprioritaskan putra-putri Mimika yang tergabung dalam Gapensi, sehingga melalui proyek-proyek yang ada masyarakat bisa diberdayakan.


"Saya harap bapak bupati bijak melihat persoalan ini dan jangan lupa, Bupati diam, sebut kami sebagai anak daerah, malu kalau disebut-sebut di dalam sebuah proyek, disebutkan apa Bupati," harapnya. (Ricky Lodar).
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment