Masa Depan Bangsa di Tangan Pemuda

Bagikan Bagikan
Wakil Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo, ST menyampaikan sambutan dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kabupaten Asmat.
SAPA (ASMAT) – Sejarah bangsa Indonesia telah mencatat bahwa peran pemuda sangat tinggi. Ke depan pun nasib bangsa ini berada ditangan pemuda. Sejak perintis bangsa dan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia tidak terlepas dari peran pemuda sangat tinggi. Karena, Pemuda ikut aktif memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

“Saya minta para pemuda Asmat. Mari, kita mengisi kemerdekaan yang telah diraih itu dengan mempersiapkan diri secara matang dalam berbagai lini. Ingat, 89 tahun yang lalu. Dengar baik-baik, Sugondo Joyopuspito dan W.R Supratman dan kawan-kawan menyelenggarakan kongres pemuda. Dimana dalam kongres itu melahirkan, apa yang disebut hari sumpah pemuda. Mereka bersumpah bertumpah darah satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia dan menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia,” kata Wakil Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo, ST memotivasi para pemuda Kabupaten Asmat dalam sambutannya pada apel besar pemuda yang diprakarsai atas kerja sama pengurus Kominte Pemuda Nasional Indonesia (KNPI) Kabupaten Asmat dengan para guru kontrak memperingati HUT Sumpah Pemuda ke 89, 2017 di Lapangan Yos Soedarso Asmat, Sabtu (28/10) sore.

Dia mengingatkan para pemuda memahami sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia dan keterlibatan penuh para pemuda masa lalu meraih kemerdekaan itu. Dulu, dia mengisahkan, semua pemuda, disetiap daerah jajahan Belanda  menggunakan bahasa melayu. Namun, mereka bersepakat dan mengikrarkan bahasa persatuan bahasa Indonesia yang kita gunakan sampai detik ini.

Menurutnya untuk memaknai hari sumpah pemuda yang ke 89 tahun bagi pemuda di Kabupaten Asmat mulai sejak dini mempersiapkan diri dan mengisi kemerdekaan itu dengan berperan aktif membangun Kabupaten Asmat.

“Adik-adik saya mau menceriterakan sedikit situasi 24 dan 25 tahun lalu. Kami memperingati hari sumpah pemuda itu di atas tanah berlumpur di tempat ini. Kami sangat bersemangat tinggi. Walau kaki penuh lumpur. Nah, kini agak berbeda adik-adik bisa apel besar peringati hari sumpah pemuda di atas lapangan berpapan. Makna dari apa yang saya kisahkan tadi. Kami dulu bisa seperti ini sekarang dan kami sebentar lagi akan berlalu. Maka adik-adik mempersiapkan diri dengan baik untuk mengganti kami semua yang ada duduk di depan ini,” katanya berapi-api sambil meminta para pemuda memekikan bersama-sama salam khas pemuda Indonesia: “Salam pemuda, salam pemuda, salam pemuda, merdeka…,” teriaknya.

Dikatakannya peran pemuda ini diharapkan ke depannya, mereka bisa memotivasi diri dengan belajar baik utuk meraih cita-citanya. Meski realita saat ini para pemuda ini dihadapkan dengan berbagai tantangan sangat besar. Dimana kebhinekaan kita ini sedang diuji. Maka, disini peran pemerintah untuk mendorong kesadaran pemuda betapa pentingnya menyadari masa depannya untuk menjaga kebhinekaan diantara sesama warga bangsa.

“Kita bisa lihat upaya pemerintah memperingati sumpah pemuda di seluruh wilayah Indonesia. Bahkan Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan hadir di Merauke sekaligus memperingati HUT Sumpah pemuda ke 89. Dulu, tonggak sejarah bangsa ini, pemuda masih terkotak-kotak dan mereka mengikrarkan diri dalam sumpah pemuda bertanah air satu, berbangsa satu dan berbahasa satu bahasa Indonesia. Ini patut kita kenang, patut kita bangkitkan kembali untuk merekatkan kebhinekaan kita saat ini yang sedang terancam. Saya kira ini peringatan tahun ini sangat spesial karena dibalut dengan tantangan kekinian sebagai satu bangsa,” katanya.

Dia mengingatkan pula bahwa kebhinnekaan itu bukan berarti kita melebur diri menjadi satu, bukan begitu. Kebhinekaan kita itu mengisyaratkan saling menghargai dan menghormati bahwa perbedaan itu menjadi sebuah kekuatan dalam semangat ke indonesiaan kita. Ia mencontohkan,  kebhinekaan  itu bukan  melebur seperti membuat papeda air dan tepung sagu dilarutkan jadi satu menjadi kental begitu, bukan seperti itu. Jadi kita mesti menyadari bahwa kita datang dari berbagai kelompok suku, etnis, kepercayaan dan perbedaan itu dirajut menjadi sebuah kekuatan untuk menopang dan membangun kesatuan sebagai sesami warga bangsa. 
  
“Artinya kita berbedari dari sisi watak, suku dan kepercayaan disadari dan dihormati sebagi sebuah perbedaan yang mempersatukan kita menjadi sebuah kekuatan besar membangun bangsa ini. Jadi kesadaran itu perlu dibangun,” katanya mengingatkan.

Sementara, Ketua KNPI Kabupaten Asmat yang juga Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Asmat, Vabianus Beoruci menyampaikan, memaknai peringatan HUT Sumpah Pemuda ke 89 sebagai momentum membangkitkan, mengkokohkan semangat kebersamaan di kalangan pemuda. Pendekatan mengasah pemuda sebagai pewaris masa depan bangsa dengan membangun kesadaran mereka guna mengisi kemerdekaan dengan mempersiapkan diri secara matang.

Maka, KNPI sebagai wadah berhimpun pemuda mengagendakan kegiatan yang menyentuh sisi-sisi kehidupan pemuda. Dia menyebutkan, momen peringatan sumpah pemuda seperti saat ini diadakan karnaval dan apel besar peringatan sumpah pemuda.
Selain itu, Senin (30/10) akan di gelar kegiatan lomba cerdas cermat dan lomba pidatoyang bertujuan untuk mengasah kemampuan pengetahuan pemuda untuk membiasakan diri berbicara mereka di depan publik. Sehingga, pengurus KNPI Kabupaten Asmat mencoba membuat kegiatan yang menyentuh kebutuhan pemuda.

Dikatakan kemasan kegiatan memperingati HUT Sumpah Pemuda tahun ini sebagaimana yang ditampilkan, semuanya berdasarkan usulan para pemuda. "Kita bisa saksikan betapa semarak HUT Sumpah Pemuda kali ini, ada karnaval apel besar dan suguhan atraksi seni tari dan baca puisi. Nanti Senin besok (hari ini-Red) lomba cerdas cermat. Kami berharap kegiatan ini menjawab harapan mereka dan menumbuhkan semangat kebersamaan sesama pemuda Indonesia," katanya.

Dari pantauan media ini peringatan HUT Sumpah Pemuda ke 89 di Asmat tahun ini tidak hanya semarak, ramai dan menghibur warga kota Asmat. Namun sisi lain, berbagai atraksi seni yang disuguhkan para pemuda dan anak-anak SD, SMP dan SMA itu sangat kreatif.


Kreatif para pemuda sangat jelas dalam penampilan seni tari, bela diri dan pembacaan puisi sangat menarik dan menghibur warga masyarakat. "Saya berharap kegiatan peringatan hari ini, tahun mendatang lebih kreatif dan lebih heboh dan mengarah pada membangkitkan semangat mereka," katanya. (Fidel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment