Masalah Insentif Guru, Anak-Anak Didik Jadi Korban

Bagikan Bagikan

SAPA (TIMIKA) – Tokoh masyarakat Mimika Drs. Petrus Yanwarin mengatakan, permasalahan Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) atau yang sering disebut Insentif yang belum dibayarkan Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) kepada ratusan guru honorer. Hal tersebut membuat proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah-sekolah yayasan yang berada di wilayah pesisir dan pedalaman menjadi tidak berjalan.

“Masalah nasib guru ini, sampai sekarang banyak sekolah yang belum ada guru-guru yang mengajar secara baik. Mereka mau pergi bagaimana sedangkan transportasi susah dan nasib makan minum saja susah. Otomatis mengganggu jalannya proses KBM,” kata Petrus Yanwarin saat ditemui wartawan Salam Papua di kediamannya di jalan patimura jalur 4, Sabtu (28/10).

Menurutnya, sering diungkapkan orang nomor 1 Mimika, perangkat ASN harus berada di tempat tugas dan menjalankan tugas dengan baik serta meningkatkan kinerjanya. Namun berbicara pelayanan dan kinerja, tapi kalau tidak diimbangi dengan kesejahteraan, pastinya pelayanan tidak akan berjalan baik.

“Kita mau bicara SDM sedangkan Pemda tidak melihat hal itu (Kesejahteraan) percuma saja,” ujarnya.

Untuk mencari solusi dari persoalan insentif guru tersebut, Pemerintah Pusat telah mengalokasikan dana Otsus untuk program prioritas, salah satunya Pendidikan. Namun dirinya mempertanyakan wujud penggunaan dana Otsus untuk pendidikan di Mimika.

“Masalah nasib guru ini juga kalau menurut saya, seharusnya anggaran Otsus itukan khusus dianggarkan untuk hal prioritas seperti kesehatan, pendidikan dan infrastruktur. Tapi yang kita lihat selama ini dana otsus ini dipakai untuk apa?,” tanyanya.

Sedangkan Pemerintah telah bekerjasama dengan 5 yayasan besar seperti YPK, YPPK, YPPGI, Advent dan Yapis untuk mengelola dana Otsus serta dana yang dikhususkan untuk pendidikan di Papua. Namun kenyataan yang ada tidak sesuai dengan kesepakatan antara Pemerintah dengan Yayasan tersebut. Hal tersebut membuat persoalan di bidang pendidikan tidak berunjung, salah satunya insentif guru.

“Ada 5 yayasan besar yang sudah kesepakatan untuk kelola dana Otsus. Tapi kalau Pemerintah yang mau tangani, bagaimana kita mau berdayakan yayasan yang ada,” tanyanya juga.

Ia menambahkan, apabila pengelolaan anggaran Otsus untuk pendidikan dipercayakan kepada yayasan, pastinya tidak akan ada permasalahan tentang kesejahteraan guru. “Kata anggaran itu dipercayakan buat yayasan, tidak mungkin ada masalah seperti ini,” tambahnya. (Ricky Lodar)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment