NU Terus Mendorong Pemuda Memegang Teguh Sumpah Menghapus Jaringan Radikalisme, NU Jalin Kerjasama Kominfo

Bagikan Bagikan
Prof KH Ma’ruf Amin
SAPA (TIMIKA) – Rois Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI),  Prof KH Ma’ruf Amin mengakui, berkenanan dengan perayaan  Hari Sumpah Pemuda, NU akan terus mendorong pemuda Indonesia termasuk di Kabupaten Mimika untuk memegang teguh sumpah pemuda.

Menurut KH Ma’ruf, ada anggapan sebagian pemuda Indonesia, sumpah pemuda hanya dimiliki oleh pemuda pada masa penjajahan saja. Padahal Pemuda masa kini telah menikmati kemerdekaan sebagai hadiah dari para pemuda pejuang kemerdekaan. Untuk itu, Pemuda masa kini harus selalu bisa mengamalkan nilai-nilai setiap butir Sumpah Pemuda.

“Generasi mudah sekarang harus bersyukur dengan nikmatnya kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh kaum pemuda masa penjajahan. Sumpah pemuda masa penjajahan harus terus menjadi pedoman bagi pemuda generasi sekarang dengan cara mentaati dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam sumpah pemuda itu sendiri,” ujar KH Ma’ruf ketika diwawancarai Salam Papua di Cendrawasih Hall, Hotel Serayu usai menghadiri acara Dialog Kebangsaan bersama seluruh tokoh agama dan pemangku jabatan di Kabupaten Mimika, Jumat (27/10).

Dalam memaknai Sumpah Pemuda menurut KH Ma’ruf, seluruh pemuda harus selalu menjalin persatuan. Dengan semangat persatuan mampu menumbuhkan rasa persaudaraan dan mencegah upaya merusak masa depan bangsa. Sebab saat ini sudah mulai hadir kelompok militan, radikal dan intoleran yang bisa menimbulkan ketidakrukunan, kekacauan dan kerusuhan.

Di samping itu, KH Ma’ruf mengatakan, terjerumusnya Pemuda Indonesia dalam berbagai paham radikalisme sebagian besar dikarenakan oleh dampak negatif dari berkembangnya dunia teknologi. Media sosial (Medsos), sebagai bagian dari ciri khas dunia teknologi, diakuinya menjadi jalur masuknya paham-paham yang mempengaruhi generasi penerus bangsa untuk terus bertolak belakang dengan asas Pancasila.

Sebagai langkah preventif, NU telah mengeluarkan fatwah dan menjalin kerjasama dengan Badan Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pusat, Provinsi, Kabupaten dan Kota untuk menghapus berbagai konten atau situs yang hendak merusak keutuhan bangsa.

“NU sudah keluarkan Fatwah dan jalin kerjasama dengan Kominfo. Supaya bisa memblok konten-konten yang sengaja dipakai untuk menyebar rusaknya keutuhan NKRI. Kalau tidak begitu konten-konten ini akan terus masuk ke sendi generasi muda bangsa kita,” katanya.

Melalui langkah tersebut, Dia mengaku dapat meminimalisir berbagai konten negatif yang dimaksud. Selain menjalin kerjasama dengan Kominfo, juga diungkapkannya telah melakukan penyisiran secara intens bersama kepolisian dan mitra nasional.

“Kita tidak bisa mengatakan bahwa itu semua bisa kita bersihkan. Tapi setidaknya kita berusaha untuk meminimalisir pengaruh dari berita bohong, adu domba dan lain sebagainya. Kita jalin kerjasama bersama kepolisian dan mitra nasional lainnya termasuk di Timika ini,” ungkapnya.

Menurut dia, cukup berat untuk memulihkan sebagian orang yang telah terjerumus dalam kelompok-kelompok radikal. Sebab, mereka telah terprovokasi. Namun NU tetap melakukan upaya untuk membuat mereka meninggalkan paham-paham radikal tersebut. Upaya sosialisasi tetap gencar dilakukan melalui ceramah atau kotbah di tempat-tempat ibadah.

“Kita harus akui untuk memulihkan orang yang sudah terpengaruh itu sangat berat. Karena kita harus betul-betul meyakinkan dia untuk meninggalkan paham yang telah digunakannya. NU selalu berusaha mencegah itu semua. Salah satu yang harus dilakukan adalah dengan memberikan ceramah atau khotah secara terus-menerus, baik di Masjid, gereja dan tempat ibadah lainnya oleh masing-masing pemuka agama,” tuturnya. (Acik)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment