Pangkoopsau II Kunker ke Lanud Timika

Bagikan Bagikan
Lakukan Sertijab Danlanud Timika dan Pemberian Bansos ke Tiga Kabupaten

SAPA (TIMIKA) - Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) II Marsekal Muda TNI Yadi Indrayadi Sutanandika melakukan kunjungan kerja ke Lanud Timika. Kunjungan tersebut terkait agenda serah terima jabatan (Sertijab) Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Timika sekaligus pemberian Bantuan Sosial (Bansos) ke tiga kabupaten di wilayah pegunungan.

Kedatangan saya ke sini (Lanud Timika-Red) ada beberapa tujuan, yang pertama melaksanakan sertijab komandan Lanud Timika, bertatap muka dengan anggota-anggota Lanud, dan bansos di tiga kabupaten,” kata Pangkoopsau II saat ditemui Salam Papua usai disambut perwira-perwira TNI-AU di Lanud Timika, Minggu (8/10).

Dia menjelaskan, hari ini, Senin (9/10) akan melakukan sertijab Danlanud Timika yang baru, dimana rotasi pejabat ini sebagai hal yang biasa terjadi di lingkungan TNI AU wilayah Koopsau II. “Sertijab besok,” ujarnya.

Nantinya usai melaksanakan sertijab, kata dia, kehadiran dirinya selaku pimpinan di Koopsau II bertujuan membantu masyarakat di wilayah yang mengalami kendala dalam mendapatkan kebutuhan pokok, akibat belum ada transportasi darat. Dengan demikian, ada tiga Kabupaten yang menjadi prioritas utama pemberian bansos tersebut. Diantaranya, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Pegunungan Bintang. Bansos tersebut berasal dari organisasi wanita Lanud-Lanud yang berada di wilayah Pangkoopsau II.

“Kehadiran kami di Lanud Timika sebagai Pangkoopsau II di wilayah Papua dalam rangka, untuk menunjukkan bahwa kami datang ke sini untuk membantu masyarakat Papua,” katanya.

Selain itu, Ia mengungkapkan ada beberapa kabupaten yang mengharapkan adanya keterlibatan pihak TNI AU dalam pengangkutan bahan kebutuhan pokok menggunakan pesawat Hercules TNI AU. Sebab, untuk mendapatkan bahan pokok di wilayah pegunungan sangat sulit. Karena belum bisa dijangkau melalui jalur darat.

“Dari pemerintah Jayawijaya mewakili Pemerintah Kabupaten yang lain minta untuk disediakan angkutan. Karena mereka ada pembelian bahan di sini untuk diangkut ke sana untuk keperluan masyarakat, dan kami juga menyediakan itu. Sehingga besok (Hari ini-Red) ada satu pesawat Hercules yang membawa bahan pokok sumbangan dari organisasi wanita Lanud-Lanud koopsau II,” terangnya.

Selanjutnya, Ia juga mengakui, TNI AU ada program angkutan udara militer yang diberi nama Pesawat Angkutan Udara Militer (Paum). Program itu bertujuan untuk membantu pengangkutan kebutuhan pokok masyarakat di wilayah yang tidak bisa dijangkau melalui jalur darat.

“Selama ini kami ada satu program yang namanya Paum, untuk mendukung kegiatan operasi yang dilakukan oleh Angkatan Udara khususnya dan umumnya untuk TNI dan masyarakat. Manakala space masih memungkinkan, kita bisa bantu untuk mengangkut barang-barang yang memang dibutuhkan,” ujarnya.

Menurut Pangkoopsau, dalam sebulan ada dua kali penerbangan ke wilayah pegunungan untuk melayani kebutuhan pokok masyarakat. Selain itu semua armada TNI AU yang ada nantinya akan mendapat giliran untuk pengangkutan sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

“Untuk Paum ini sebulan dua kali beroperasi, Armada (pesawat) gantian angkut, berdasarkan jadwal,” ujarnya.

Program Paum tidak hanya fokus untuk pengangkutan bahan kebutuhan pokok ke wilayah pegunungan Papua, tetapi dibarengi dengan pelatihan navigasi bagi pilot-pilot TNI AU untuk menerbangkan dan mendaratkan pesawat dipangkalan-pangkalan TNI AU. Serta mengetahui kondisi geografis dari suatu daerah di Indonesia.

“Nah, ini juga kita manfaatkan dari satu pangkalan udara ke pangkalan udara lainnya untuk melatih penerbang untuk take off, landing, combine dengan membawa barang-barang yang sudah disiapkan oleh para pelaku usaha,” katanya.

Sementara itu, saat di tanya terkait kendala yang dihadapi dalam pengangkutan bahan kebutuhan pokok, Pangkoopsau mengatakan bahwa yang sering dialami seperti kesiapan pesawat, luas wilayah, faktor cuaca, serta kesiapan dari pangkalan yang di tuju. Namun, Ia menegaskan setiap pekerjaan pasti memiliki kendala tersendiri, tetapi hal itu tetap dan harus di antisipasi.

“Sejauh ini yang menjadi kendala yaitu kesiapan pesawat dan luas wilayah yang dijangkau, yang perlu juga mendapat dukungan transportasi udara dan juga kesiapan pangkalan udara,” ujarnya.


Ia berharap, kunker yang dilakukan ini bisa mendapat masukan terkait pembenahan personil, sarana dan prasarana penunjang operasi khususnya di Lanud Timika. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment